Suara.com - Memiliki peran ganda seperti sebagai seorang ibu, istri dan pekerja dapat menjadi tantangan besar bagi perempuan, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Dalam satu waktu perempuan harus dihadapkan pada beberapa pilihan, seperti melayani kebutuhan suami, memenuhi kebutuhan anak atau mengerjakan tugas-tugas di kantor.
Tentu saja hal tersebut pada akhirnya bisa membuat banyak perempuan merasa kewalahan, yang pada gilirannya memicu stres, tidak nyaman dengan diri sendiri, rasa percaya diri yang hilang dan lainnya.
Hal inilah yang disampaikan Diina Sofia, seorang Empowering Women Trainer dari Tempa Trainers Guild (TTG), dalam diskusi bertajuk 'Wanita Tangguh Tanpa Keluh' yang diinisiasi Desainer Nina Nugroho melalui gerakan #akuberdaya belum lama ini.
"Perempuan yang insecure ini akhirnya jadi baperan dan emosi. Melakukan sesuatu hanya untuk menggugurkan kewajiban."
"Karena berpikirnya simple aja, kan gak dapat apreasiasi dari anak dan suami juga,” urai mantan penyiar asal Lamongan, Jawa Timur ini dalam siaran pers yang Suara.com terima, Selasa (12/10/2021).
Fenomena tersebut bahkan ia temukan saat membuat survei untuk kepentingan pembuatan bukunya yang berjudul "Tangguh Tanpa Keluh".
Diina menemukan sebanyak 85 persen responden perempuan yang diwawancarainya mengalami 'baper' alias terlalu sensitif akibat ketidak berdayaan dalam menjalankan tugas multi peran.
Selain baper, perasaan iri dan memiliki hidup yang penuh persaingan juga akan dialami perempuan.
Baca Juga: Dua Rumah Habis Terbakar di Balikpapan Barat, Anak Perempuan Umur 5 Tahun Jadi Korban
"Jadi banyak perempuan-perempuan karena insecure tadi, akhirnya merasa kehidupan orang lain lebih bagus dari dirinya. Kalau ini dibiarkan, bikin capek. Udah kerjaan nggak selesai, tapi justru sibuk memikirkan hidup orang lain. Sehingga hidup menjadi tidak produktif," lanjut Diina lagi.
Hal yang juga tak kalah menyeramkan, kata dia adalah ketidakmampuan menjalankan tugas multi peran, melahirkan perempuan yang gemar bergosip dan mudah curiga. Hal ini adalah salah satu akibat dari perempuan yang merasa depresi dengan perannya di rumah.
“Curiga pada suami, pulang kemalaman dicurigai, anak juga ikut dicurigai, lagi teleponan sama siapa. Kalau curiga terus, jadi nggak tenang hidupnya. Ini curiga yang membutakan. Curiga yang tidak berkesudahan, juga menimbulkan salah paham dan konflik,” ujar Diina.
Melalui sharing session ini, Diina berharap berbagai fenomena yang dibeberkannya diatas dapat diatasi. Sebab peremluan tangguh akan dengan mudah mengatasi masalah-masalah yang terdapat dalam dirinya.
Untuk mengatasi setiap kendala dalam kehidupannya, Diina mengungkap bahwa peremphan seharusnya memiliki kesadaran diri yang baik tentang kodratnya sebagai perempuan dan lebih percaya diri bahwa ia yakin dan mampu.
“Ini berhubungan dengan skill ya. Sebagai contoh, boleh saja bilang nggak tahu cara masak soto. Tapi ketika dia ingin tahu cara memasaknya, disinilah ciri-ciri wanita tangguh, dia nggak tahu tapi dia cari tahu,” jelas Diina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim