Gen bakteri tersebut mampu menghasilkan racun yang membunuh serangga hama perusak tanaman kapas. Ketika gen bakteri dimasukkan ke dalam kode genetika tanaman kapas, kapas tersebut menjadi GMO yang dikenal sebagai kapas-bt (Bt cotton) yang selalu dihindari serangga hama kapas karena beracun untuk mereka.
"Alhasil, produksi kapas tetap meningkat, uang yang harus dikeluarkan untuk penyemprotan hama jauh berkurang, dan petani akan mendapatkan hasil yang baik setiap tahun. Satu produk ini saja sudah mampu berkontribusi baik bagi lingkungan, bagi petani, dan bagi ekonomi negara," tambah Mario.
Ia mengatakan, masih banyak produk bioteknologi yang sudah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan dalam skala besar di Indonesia.
Hanya saja sayangnya, belum banyak konsumen Indonesia yang sadar akan potensi produk bioteknologi sehingga permintaan di Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan permintaan produk serupa di negara lain seperti Amerika dan Australia.
"Start-up bioteknologi pun masih belum banyak dikembangkan di Indonesia, sehingga justuru Singapura yang selalu mendapatkan tempat pertama sebagai lokasi pengembangan bioteknologi di Asia Tenggara."
"Semua ini dapat berubah dengan cepat di masa mendatang bila kita mulai sadar akan potensi bioteknologi Indonesia dan memanfaatkan potensi tersebut," pungkas Mario.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?