Suara.com - Kalina Oktarani baru-baru ini curhatan seputar ekspresi wajah miliknya. Dia mengaku kerap dianggap pasang muka jutek hingga disebut sombong karenanya.
Lewat unggahan akun Instagram @kalinaocktarnny, Kalina Oktarani mengungkap bahwa dirinya punya resting bitch face atau muka jutek. Kondisi tersebut membuat dirinyasering dianggap sedang kesal atau marah, padahal sebenarnya tidak seperti itu.
"Sering dikatain jutek padahal kamu biasa aja? Itu bukan salahmu, tapi memang mukamu yang seperti itu. Muka seperti itu dikenal sebagai resting bitch face," tulis Kalina Oktarani dalam unggahannya.
Dilansir dari CNN, resting bitch face atau bisa disingkat RBF, rupanya bisa dijelaskan secara ilmiah. Bahkan, penelitian seputar RBF sudah pernah dilaksanakan pada Oktober 2015 lalu.
Saat itu, ilmuwan Abbe Macbeth dan Jason Rogers dari Noldus Information Technology melakukan analisis wajah dengan software FaceReader. Itu dalah software untuk menganalisis emosi yang ada di wajah.
Macbeth dan Rogers menganalisiswajah figur publik seperti Kanye West, Kristen Stewart, hingga Ratu Elizabeth II yang selama ini dianggap punya RBF. Dari sana, diketahui bahwa orang-orang dengan muka jutek mempunyai lebih banyak emosi yang tersembunyi.
Dengan software FaceReader, seseorang tanpa RBF bakal terbaca mempunyai 97 persen ekspresi wajah netral dan tiga persen emosi tersembunyi. Angka yang jauh lebih kecil itu merujuk pada emosi seperti kesedihan, kemarahan, hingga bahagia.
Nah, seseorang dengan muka jutek atau RBF disebut punya jumlah emosi tersembunyi yang lebih besar, yakni hingga 6 persen.
"Mereka yang punya RBF bakal melihat kenaikan emosi tersembunyi hingga 6 persen dan kebanyakan emosi yang ditunjukkan adalah penghinaan," tutur Macbeth menjelaskan.
Baca Juga: Kalina Oktarani Curhat Dilema Punya Muka Jutek, Sering Banget Dibilang Belagu
Di sisi lain, RBF bukan berarti seseorang sedang diam-diam merasa marah atau kesal. Sayangnya, banyak yang mengasosiasikan RBF dengan emosi negatif sehingga merespons tidak suka saat melihatnya.
Sementara itu, menurut dokter bedah plastik Anthony S. Youn, kondisi RBF dapat disebabkan berbagai faktor.
"Gravitasi dikombinasikan dengan genetik bisa membuat bibir tampak turun. Seiring kita bertambah tua dan kulit bertambah kendur, itu membuat ekspresi cemberut tampak permanen," ujarnya.
Sang dokter juga mengungkapkan bahwa dia sendiri juga memiliki RBF atau muka jutek. Namun, hal itu tak berarti dirinya sedang dalam suasana hati yang buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?