Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat tingkat orang menatap layar meningkat. Bahkan menurut penelitian, rata-rata dari mereka menghabiskan total 8 hingga 10 jam di depan perangkat digital setiap hari.
Hal ini dapat menyebabkan gejala ketegangan pada mata, mata iritasi, penglihatan kabur, hingga sakit kepala. Gejala tersebut bahkan bisa muncul setelah Anda hanya dua jam terus menerus memandang layar perangkat digital.
Kondisi makin buruk bila seseorang berganti perangkat digital, dari laptop ke smartphone misalnya. Mata akan mengalami kelelahan dan ketegangan karena tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bersantai.
Menjawab persoalan yang dihadapi banyak orang modern era digital sekarang, Hoya Vision Care menawarkan solusi yaitu Lensa Digital Sync III. Inilah lensa yang disesuaikan secara individual yang unik dan untuk kebutuhan spesifik. Lensa produk Hoya Vision Care ini dapat membantu meredakan ketegangan mata akibat terlalu lama terpapar cahaya dari layar perangkat digital.
Nihla Azkiya, Marketing Manager PT HOYA Lens Indonesia mengatakan, Hoya menghadirkan tiga varian ukuran penunjang akomodasi (power boost) sebagai upaya mengurangi gejala mata lelah.
“Lensa Sync III memenuhi seluruh kriteria lensa kacamata yang baik dan berkualitas. Seperti produk Hoya Vision Care lainnya, lensa Sync III berada di dalam lapisan pelindung yang kuat dan tidak mudah tergores sehingga umur lensa bisa menjadi lebih panjang. Selain itu, ketahanan lapisan lensa memberikan performa stabil, penglihatan tajam dan alami sepanjang hari” jepas Nihla dalam ketarangannya, Kamis, (16/12/2021).
Nihla juga menambahkan, bahwa seperti pada lensa Hoya lainnya, lensa digital Sync III dilengkapi dengan proteksi lapisan HVLL (Hi-Vision Long Life) dengan fitur lima kali lebih kuat dan tahan gores dibandingkan lapisan lensa standar.
Sebagai sebuah terobosan dibandingkan lensa digital yang sejenis, Sync III hadir dengan lebih dari satu teknologi dan lensa ini menerapkan profil penglihatan masing-masing individu agar lensa lebih sesuai dengan kebutuhan penglihatan unik para pengguna. Dengan teknologi yang digunakan Lensa Sync III, berbagai gejala ketegangan pada mata dapat berkurang hingga 84 persen menggunakan Lensa Digital Sync III*.
Perawatan lensa ini sangat mudah, sama halnya dengan perawatan lensa lainnya. Basahi lensa sebelum mengusapnya dengan lap khusus kacamata atau tissue lembut dan meletakkan pada tempat kacamata agar tidak mudah tergores maupun terbentur.
Baca Juga: Kacamata Pintar Apple Disebutkan Meluncur Tahun Depan, Kekuatannya Setara Mac
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas