Suara.com - Bulu kucing yang berceceran di lantai mungkin sudah menjadi pemandangan yang wajar bagi pemilik anabul satu ini. Namun, meski kerontokan bulu pada kucing menjadi hal yang sering terjadi, jangan pernah untuk mendiamkannya saja, karena ini bisa menjadi pertanda dari kondisi medis yang lebih serius atau permasalahan lain dari kucing Anda.
Sebelum membawa kucing ke dokter, Anda dapat memberikannya perawatan terlebih dahulu untuk mengurangi kerontokan yang ada.
Dilansir dari laman pet the nest, berikut 5 cara untuk menghentikan kerontokan bulu pada kucing.
1. Beri asupan makanan yang sehat
Demi mengurangi kerontokan bulu kucing, berilah mereka makanan yang mengandung asam lemak omega 3 atau omega 6. Nutrisi ini akan membantu menyehatkan bulu kucing sehingga tidak mudah rontok.
Selain itu, Anda juga bisa memberikannya suplemen tambahan yang bisa dicampurkan ke dalam makanan kucing.
2. Mandikan secara teratur
Cara agar bulu kucing tidak rontok selanjutnya adalah dengan memandikannya setidaknya satu bulan sekali. Jika kucing Anda tidak suka mandi atau takut air, cukup gunakan tisu mandi kucing dengan kandungan kondisioner dan protein alami.
Selain itu, Anda juga bisa menyemprotkan waterless shampoo, pijatkan ke bulunya, dan bersihkan dengan handuk bersih.
Baca Juga: Tingkah Lucu Anak Kecil Anggap Kucing Peliharaannya Bayi, Warganet Salfok dengan Hal Ini
3. Sikat bulunya
Menyikat bulu kucing dapat membantu mengontrol kerontokan. Sikat bulu kucing dengan sisir lembut atau alat penghilang bulu. Menyikat sangat penting untuk membantu menghilangkan rambut rontok dan mengurangi kerontokan.
4. Bawa ke dokter hewan
Bawalah kucing Anda ke dokter hewan secara rutin untuk dilakukan pemeriksaan. Terdapat beberapa penyakit kucing yang menyebabkan bulu rontok secara berlebihan. Dengan membawanya ke dokter hewan, Anda dapat mencegah penyakit yang mungkin menjadi penyebab kerontokan.
5. Periksa secara rutin
Periksalah kulit dan bulu kucing Anda setiap hari untuk mencari tanda-tanda kerontokan. Lihatlah apakah ada infeksi kulit, kutu, atau parasit yang bersarang di sana yang nantinya dapat menyebabkan kerontokan.
Berita Terkait
-
Nutrisi Penting dan Manfaat Kuning Telur untuk Kucing, Ini Rahasia yang Wajib Diketahui Pemilik Anabul
-
Budidaya Cabai Rawit Bagi Pemula Lengkap dengan Perawatannya, Lakukan Tahap Berikut Ini Agar Optimal
-
Bak Anak Kecil Ketagihan Main Gadget, Kucing ini Tak Kalah Kecanduan Nonton Video, "Kalau Enggak Dituruti Marah-Marah"
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik