Suara.com - Indonesia dikenal menjadi negara rawan bencana alam. Bahkan juga memiliki jalur gempa teraktif di dunia. Hal tersebut karena letak geografis yang dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik.
Selain itu, Indonesia juga berada di atas 3 tumbukan lempeng benua. Bagian utara ada Lempeng Eurasia, di selatan ada Lempeng Indo-Australia, dan timur ada Lempeng Pasifik. Sehingga membuat Indonesia menjadi negara yang rawan dengan gempa bumi, tsunami, juga letusan gunung api.
Pada dasarnya, bencana alam bisa terjadi secara tiba-tiba. Terkadang bisa diprediksi dengan alat tertentu, tapi sesekali juga sulit diketahui. Maka dari itu untuk mengantisipasi terjadinya hal buruk, perlu ada penanggulangan bencana alam.
Menurut Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), bencana adalah peristiwa yang bersifat mengancam dan mengganggu aktivitas maupun kehidupan masyarakat. Penyebabnya bisa disebabkan faktor alam, non alam, maupun akibat ulah manusia.
Akibat dari bencana alam bisa menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, hingga dampak psikologis.
Contoh bencana non alam dan faktor manusia, seperti terjadinya kecelakaan di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl, Ukraina pada 1986.
Sementara itu, Bencana alam adalah bencana dengan faktor penyebab utamanya akibat kondisi alam. Antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
Bencana alam terjadi tidak hanya sekali, melainkan secara periodik atau berulang. Manusia bisa memprediksinya, tapi karena berhubungan dengan alam, prediksi bisa tepat bisa juga tidak.
Maka dari itu, penanggulangan bencana alam harus dibuat dengan cermat dan bertahap. Serangkaian itulah yang kemudian disebut sebagai siklus. Mulai dari prabencana, bencana, pascabencana, sampai kemudian bencana lagi, begitu seterusnya.
Baca Juga: Waspada! 10 Wilayah Di Jaksel Dan Jaktim Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah, Ini Ciri-cirinya
Dikutip dari Ruang Guru, berikut tiga tahap siklus penanggulangan bencana alam:
1. Prabencana
Untuk menghadapi bencana yang akan datang, tahap penanggulangan bencana pertama kali dengan melibatkan seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah dengan perlahan belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Berbagai tindakan yang tujuannya untuk meminimalisir korban jiwa mulai dilakukan.
Seperti membuat rumah anti gempa, atau bisa juga membuat rute atau jalur evakuasi, biasanya mudah ditemukan di daerah kaki gunung. Pemerintah dan tim kebencanaan juga bisa melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang penanggulangan bencana kepada masyarakat agar lebih siap dan siaga menghadapi bencana alam.
Harapannya, dengan melakukan persiapan ini, kerugian ataupun korban jiwa akibat bencana dapat berkurang. Maka dari itu, disebut dengan tahapan prabencana.
2. Saat Terjadi Bencana (Tanggap Darurat)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana
-
25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas
-
Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali
-
Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata
-
Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA
-
Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia
-
Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro
-
Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026
-
Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan
-
BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia