Suara.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan istrinya Atalia Praratya beserta keluarga nampaknya sudah mengikhlaskan Emmeril Khan Mumtadz atau Eril yang hilang di sungai Aare, Swiss.
Pihak keluarga disebut sudah berkonsultasi dengan ulama khususnya di Majelis Ulama Indonesia atau MUI Jawa Barat.
"Kang Emil beserta bu Atalia sudah mengikhlaskan sepenuhnya dan meyakini bahwa ananda tercinta Emmeril Khan Mumtadz sudah meninggal dunia karena tenggelam," tulis salah satu poin pernyataan tersebut, dikutip suara.com, Jumat (3/6/2022).
Hal ini semakin menambah duka masyarakat Indonesia, yang selama beberapa hari terus memantau pencarian dan perkembangan hilangnya anak sulung Ridwan Kamil itu.
Meski ikut berduka, tapi masih saja ada orang yang keliru dengan melakukan sikap atau perkataan tidak pantas pada orang atau keluarga yang sedang berduka cita.
Berikut ini 4 sikap atau kata yang sebaiknya dihindari disampaikan pada orang yang berduka, mengutip American Hospice Foundation, Jumat (3/6/2022).
1. Mengatakan Hal Itu Sebagai Bagian dari Rencana Tuhan
Sangat sering kata-kata ini disampaikan pada orang yang ditinggalkan anggota keluarganya yang meninggal. Padahal dalam kondisi berduka, perkataan ini bisa membuat mereka marah.
2. Meminta Untuk Mensyukuri Keadaan
Menyampaikan kata-kata seperti 'Ada hal yang harus disyukuri dari kejadian ini', hanya akan dianggap sebagai ucapan tidak berguna. Ini karena orang yang berduka kerap menyadari kondisi ini, tapi perkataan ini tidak dibutuhkan saat berduka.
3. Menyarankan Untuk Segera Melanjutkan Hidup
Hal ini memang bisa disampaikan, tapi jika disampaikan beberapa saat setelah peristiwa duka terjadi, saran ini sebaiknya tidak disampaikan.
Apalagi saran ini hanya membuat keluarga yang sedang berduka seakan tidak diberi waktu untuk mengeluarkan perasaan sedih dan memproses peristiwa dan duka. Perlu diketahui, proses 'move on' jauh lebih sulit dilakukan dibanding diucapkan.
4. Saran Langkah yang Harus Dilakukan
Memberi saran langkah yang harus dilakukan hanyalah sebuah tuntutan, dan bisa membuat keluarga yang berduka tidak nyaman. Padahal kondisi fisik dan mentalnya sedang terganggu atau bermasalah, jadi sebaiknya hindari perilaku ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses
-
Rincian Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Mundur Jadi Gubernur BI Setelah 8 Tahun Menjabat
-
Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL