Suara.com - Ketika seorang perempuan terangsang secara seksual, atau bergairah, banyak respons gairah emosional dan fisik yang mucul. Mulai dari saraf, pembuluh darah, otak, dan hormon, semuanya berubah dalam beberapa cara.
Bukan cuma itu, pikiran dan emosi kamu juga ikut bermain saat perempuan terangsang. Tapi, sebenarnya ada tanda fisik yang bsia terlihat ketika perempuan terangsang. Apa saja itu?
Dilansir dari Live Healthily, berikut adalah beberapa tanda perempuan terangsang:
- payudaramu semakin penuh
- puting mengeras (menjadi tegak)
- detak jantung dan pernapasan kamu semakin cepat
- pembengkakan klitoris dan bibir bagian dalam vagina kamu (labia minora)
- mengalami orgasme (klimaks)
Setiap orang berbeda, tetapi biasanya tubuh akan melalui 4 tahap ketika kamu merespons gairah seksual: kegembiraan, gairah, orgasme dan resolusi.
Kegembiraan (Motivasi)
Tahap pertama ini adalah di mana kamu mulai merasa bergairah secara seksual karena pikiran, kata-kata, pemandangan, bau atau sentuhan. kamu mungkin merasakan keinginan untuk berhubungan seks pada tahap pertama ini, tetapi keinginan ini mungkin hanya meningkat setelah kamu berada di tahap kedua gairah.
Kamu mungkin merasakan otot-otot di tubuh kamu mulai menegang dan detak jantung serta pernapasan kamu menjadi lebih cepat. Payudara kamu mungkin menjadi lebih penuh dan puting kamu mungkin mengeras (menjadi tegak).
kamu mungkin mulai berpikir tentang masturbasi, yang memberi diri kamu kenikmatan seksual dengan merangsang alat kelamin kamu melalui sentuhan atau gosokan.
Tahap 2: Gairah (Dataran Tinggi)
Baca Juga: 6 'Obat Alami' yang Dipercaya dapat Meningkatkan Gairah Seks Kaum Hawa
Gairah seksual adalah ketika gairah seksual dipikirkan dan dirasakan di dalam tubuh. Darah akan mulai mengalir ke vagina kamu, membuat klitoris dan dinding vagina kamu membengkak. Peningkatan aliran darah ini juga menyebabkan vagina kamu menghasilkan lebih banyak cairan pelumas – ini sering disebut 'menjadi basah'.
Otot-otot kamu akan terus mengencang dan klitoris kamu akan terasa sangat sensitif. Pernapasan dan detak jantung kamu juga akan terus meningkat.
Tahap 3: Orgasme
Saat kamu mencapai klimaks atau puncak gairah seksual, itu disebut orgasme. Tepat sebelum orgasme, otot-otot di seluruh tubuh kamu semakin tegang. Saat orgasme kamu dimulai, otot-otot di vagina kamu mengencang dan melepaskan (berkontraksi) secara berirama.
Orgasme umumnya hanya berlangsung beberapa detik. Selama waktu ini kamu akan mengalami kontraksi dan kejang otot yang tidak disengaja, dan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan kamu akan berada pada titik tertinggi. kamu juga akan merasakan pelepasan ketegangan seksual yang tiba-tiba dan kuat.
kamu mungkin mengalami 1 orgasme, atau lebih dari 1 (multiple orgasme). Dan kamu tidak perlu mengalami orgasme untuk menikmati seks.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda
-
Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
-
Frame 50 Pas untuk Tinggi Badan Berapa? Ini 5 Rekomendasi Road Bike yang Cocok dan Anti Cedera
-
5 Pilihan Sunscreen Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam, Wajah Jadi Glowing