Suara.com - Setelah sempat ditutup dan pengunjung dibatasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan revitalisasi Kota Tua segera rampung dan sudah bisa dinikmati warga Jakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan potret Kota Tua terbaru yang dibagikan Anies, terlihat setelah revitalisasi, area bersejarah di Indonesia ini lebih banyak memiliki ruang publik dan area khusus pejalan kaki yang lebih luas.
Bahkan, jika sebelumnya dari Stasiun Jakarta Kota terlihat hilir mudik kendaraan bermotor untuk menuju kota tua atau Museum Fatahillah, kini jalan sepenuhnya dikhususkan untuk pejalan kaki.
Khusus di area baru ini, semakin banyak disediakan ruang publik mulai tempat duduk umum, hingga area rumput hijau di tengah hingga pepohonan di pinggir jalan.
"Revitalisasi Kota Tua menjelang tuntas, namun sudah bisa kita nikmati. Mari kita jaga ketertiban, jaga kebersihan, ingatkan sesama. Lebih nyaman ke Kota Tua dengan naik transportasi umum terintegrasi, atau bersepeda. Selamat menikmati #WajahBaruKotaTua," tulis @aniesbaswedan melalui unggahannya dikutip suara.com, Sabtu (27/8/2022).
Selain itu tempat ini juga terlihat lebih tertib, meski ada beberapa tenda khusus untuk pameran atau berjualan di dekat Stasiun Jakarta Kota.
Terlihat juga ornamen desain menyerupai jalan raya di area pejalan kaki, area tersebut nantinya bisa digunakan sebagai jalur pesepeda atau wisatawan yang menikmati sepeda ontel di sekitar kawasan Kota Tua.
Namun tidak perlu khawatir, karena area kendaraan bermotor tetap tersedia di dekat stasiun Jakarta Kota, dan tetap tersedia halte untuk menggunakan layanan bis Transjakarta, tapi area untuk pejalan kaki lebih banyak dan luas.
"#RevitalisasiKotaTua dirancang untuk menghadirkan kawasan wisata yang memanusiakan pejalan kaki, berorientasi pada mobilitas yang aktif dan setara untuk semua, serta ramah lingkungan (rendah emisi)," tutup Anies.
Baca Juga: Wajah Baru Kota Tua Jakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Mengapa Harus Reapply Sunscreen? Ini 3 Rekomendasi Produknya
-
Cara Mengubah Jadwal Tiket Kereta Api dengan Mudah dan Cepat, Ini Syaratnya
-
6 Lokasi Penukaran Uang Baru Kas Keliling Pintar BI di Jogja, Jangan Sampai Kehabisan
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Cek Keputusan Resminya di Sini
-
Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Pasangan Alumni LPDP Terancam Blacklist