Suara.com - Beberapa waktu lalu viral video TikTok seorang wanita menunjukkan kehidupannya sebagai warga kelas menengah alias middle class.
Video tersebut kemudian menjadi sorotan sebab makanan, olahraga dan juga camilan serta peralatan yang digunakannya jauh dari kata menengah alias tergolong mewah serta mahal.
Wanita itu melakukan olahraga yoga, membuat smoothies dengan buah blackberry dan mengolahnya menggunakan alat blender mahal.
Tak berselang lama, seorang pria ikut mengunggah video kesehariannya sebagai masyarakat kalangan menengah alias middle class.
Pria ini mengawali video tersebut dengan mengecek isi kulkasnya yang sedikit. Tak berselang lama ia menyalakan kompor dan menghangatkan hidangan sop sisa kemarin.
Setelah itu, ia membuka rice cooker sederhananya dan melihat bahwa nasi yang dimasaknya sedikit lembek karena terlalu banyak air.
Kemudian, pria ini menyalakan motornya untuk membeli bensin di pom. Ia sempat mengeluh ketika mengantre sebab harga BBM yang kian mahal.
Pulang dari pom bensin, pria ini mampir ke pasar malam untuk jajan gorengan dan membeli masker serta minuman dingin.
"Minumnya Haus (nama gerai), (Murah, beli smoothie kemahalan,"tulisnya pada video tersebut.
Baca Juga: Viral Video Harimau Memasuki Pemukiman, Warganet : Jangan Tebang Hutan Secara Liar
Diunggah oleh akun Twitter @aimrod, video pria pamer kehidupan middle class sesungguhnya ini kemudian menjadi viral dan mendapatkan banyak dukungan dari warganet.
Beberapa orang setuju jika video pria ini relate dan valid dengan kehidupan masyarakat middle class di Jakarta.
"Kurang scene beli cokelat murah buat pacar hasil tebus murah di Alfamart,"sebut salah seorang warganet.
"Nah kalau ini baru cocok middle class sih, nggak kayak di sebelah wkwkw,"imbuh warganet lain.
"Di kulkasnya kurang ada jeruk nipis yang udah dipotong setengah tuh,"sebut warganet lainnya.
"Sangat amat merepresentasikan, alias bener banget wkwkwk,"tutur warganet lain.
Sampai dengan artikel ini ditulis, video pria pamer kehidupan sebagai masyarakat middle class di Jakarta tersebut telah viral dan mendapatkan 6 ribu lebih likes dari warganet.
Berita Terkait
-
Viral Ojol Ini Dipesan Bukan untuk Antar Customer, Driver Diminta Lakukan Adegan Dewasa Dijanjikan Rp300 Ribu
-
Sebar Adegan Dewasa di Akun Lain, Keterlaluan Polah Cewek Pemeran Video Wikwik Memakai Baju Adat Bali
-
Viral Pria Paruh Baya asal Tanah Laut Nekat Bersepeda sampai Mekkah, Ternyata demi Misi Mulia Ini
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan