Suara.com - Menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah, sederet tugas seakan telah menanti sejak membuka mata di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari. Inilah alasan yang membuatnya rentan mengalami stres.
Merasa terlalu lelah dan cemas, keinginan menjadi ibu dan istri yang sempurna, ekspektasi kurang realistis terhadap tumbuh kembang anak, bahkan terlalu banyaknya informasi parenting membuat ibu kerap kali menjadi kurang percaya diri dengan keputusan pengasuhannya.
Oleh karenanya, penting bagi ibu untuk bisa mengenal dan menjaga kondisi dirinya setiap saat, agar tetap dapat menjalankan perannya dengan baik. Psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi., mengungkap bagaimana seorang ibu dapat mengelola stresnya, agar tetap bisa 'waras' di tengah tantangan yang beragam.
"Tiap ibu tantangannya berbeda. Terus kita selalu, oh kalau ibu-ibu stres nanti anak-anaknya gimana ni? Dan bener bahwa kalau kita tidak bisa memanage stres, efeknya interaksi kita sama anak jadi ga positif," jelas Psikolog yang juga merupakan Co-Founder Tiga Generasi, dalam acara #TogetherWithMi bersama Momami, di Jakarta, Kamis (15/9/2022).
Agar stres yang ada di dalam diri memiliki batasan yang wajar, sehingg kita termotivasi untuk melakukan parenting yang baik, berikut tiga langkah yang bisa ibu lakukan menurut Psikolog Saskhya.
1. Memberi Dukungan dari Orang Sekitar
Menerima dukungan dari orang terdekat adalah hal pertama yang harus ibu lakukan agar terhindar dari stres. Utamanya adalah dukungan dari suami, orangtua, mertua hingga pengasuh lain yang bisa membantu.
Kerelaan dan keikhlasan hati untuk membiarkan anak diasuh oleh orang lain selaun diri kita adalah hal yang juga penting, kata Saskhya.
"Awalnya sebagai ibu kita sering ga mau kasih anak ke orang lain. Lama-lama, wah bisa jadi 'crazy' nih, saking ga mau delegasi tugas sama orang. Sebenarnya, kalau kita delegasikan tugas kita ke orang lain, kita akan menganggap orang tersebut senagai supporter kita, support system, bukan rival kita," ujar dia.
Baca Juga: Ibu Hamil di Sumut Dicangkul Begal hingga Teriak Minta Tolong, Polisi: Pelaku Masih Dalam Pengejaran
2. Dukungan dari Para Ahli
Dukungan para ahli yang kita percaya dapat membantu kita mengatasi masalah juga merupakan hal yang penting. Mulai dari dokter, psikolog, hingga konsultan laktasi.
"Termasuk kayak sekolah, anak sekarang sekolah dari kecil banget ya, dari bayi. Kita bercaya kalau kegiatannya bermanfaat buat anak kita," tambah Saskhya.
3. Perawatan Diri
Hal ini bukan tentang melakukan apa yang kita suka saja, melainkan juga yang memiliki manfaat untuk kita. Dibandingkan asal pesan makanan melalui aplikasi, atur makanan yang berguna bagi tubuh, karena suasana hati juga berasal daru apa yang kita makan. Kata Saskhya, ada hormon-hormon kecemasan yang diproduksi dari pencernaan lewat makanan yang kita makan.
"Olahraha, selipkan me time seperti melakukan hobi, pekerjaan atau drakoran 1 episode sehari," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi