Suara.com - Meninggalnya Ratu Elizabeth menjadi momen Kate Middleton dan Meghan Markle untuk bertemu dan bertegur sapa. Sepanjang prosesi mereka berdiri bersama ketika peti mati Ratu Elizabeth diantar ke Westminster Hall untuk disemayamkan.
Dikutip dari Pagesix, pada hari Sabtu, kedua perempuan itu nyaris tidak saling memandang saat mereka menyapa pelayat di luar Kastil Windsor.
“Ada banyak hal yang harus diatasi,” kata salah satu sumber istana yang ditempatkan dengan baik.
“Saya pikir Meghan dan Kate bisa menjadi teman, suatu hari nanti, jika keduanya mau. Ketika seseorang merasa baik dan di sisi lain, itu lebih mudah dilakukan. ”
Jadi bisa dimengerti jika rasa gugup dan kesedihan bercampur pada hari Rabu ketika Meghan Markle dan Kate Middleton berdiri bersama dalam keheningan, menunggu suami mereka tiba setelah menemani Ratu dalam perjalanan terakhirnya dari Istana Buckingham.
Dengan meninggalnya Ratu Elizabeth seminggu yang lalu, semua dinamika keluarga kerajaan, yang biasa dikenal sebagai “The Firm”, telah berubah.
Untuk satu hal, yang lain sekarang perlu hormat kepada Camilla. Dan Meghan, diharapkan hormat kepada Kate, meskipun pengamat kerajaan tidak selalu berpikir itu akan terjadi.
Penulis biografi kerajaan Hugo Vickers, yang bertemu Ratu berkali-kali, mengatakan kepada Page Six: “Secara teknis, karena Meghan Markle bukan lagi HRH, dia harus menghormati Catherine, tetapi Ratu selalu menjelaskan bahwa dia tidak mengharapkannya … Royals akan mengharapkannya. perilaku yang tepat dari mereka yang berada di 'sistem resmi,' seperti duta besar, tetapi Ratu benar-benar [tidak] peduli jika [yang lain] tidak sopan saat bertemu dengannya.”
Sudah lama sejak perempuan keluarga kerajaan yang berpikiran kuat menghadapi perubahan kekuatan seperti itu.
Menurut penulis biografi kerajaan Christopher Warwick, Ibu Suri kesal karena terputus di masa jayanya setelah kematian suaminya Raja George pada tahun 1952. Dan begitu putrinya Elizabeth menjadi Ratu, dia "cemburu" dengan posisi superior anaknya sendiri daripadanya.
“Dia menyukai posisi sebagai Ratu dan tiba-tiba semua itu diambil darinya,” kata Warwick dalam film dokumenter Smithsonian Channel 2020 “The Private Lives of the Windsors.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi
-
House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet
-
Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam
-
6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini