Suara.com - Seorang bos menghadapi reaksi keras setelah mengakui memecat seorang wanita yang baru saja kembali dari cuti hamil, dengan alasan terkait dengan tenaga kerja yang lebih murah.
Membawa ke Reddit, ia memposting klarifikasi dan menjelaskan bahwa karyawan wanita itu telah bekerja di tim berbasis proyek. Ketika dia cuti hamil, tim jadi kehilangan keahliannya.
"Tim kami melakukan pekerjaan berbasis proyek dan dalam periode antara dia pergi untuk cuti hamil, kami menyelesaikan proyek yang sedang kami kerjakan ketika dia pergi, dan mulai mengerjakan sebuah proyek tanpa dia," tulisnya, seperti dikutip dari Mirror.
Dalam ketidakhadirannya, tim harus beradaptasi. Tetapi seiring waktu, mereka menjadi percaya diri melakukan pekerjaan tim tanpa wanita tersebut.
"Situasi yang kita miliki sekarang adalah saya, dan dua lainnya membagi setengah dari pekerjaan yang biasa dia lakukan," jelas bos.
"Kami mempekerjakan seseorang yang baru untuk masuk ke tim untuk menangani bagian lain dari beban kerjanya dan kemudian beberapa lainnya," jelasnya.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa karyawan baru itu dibayar lebih murah karena seorang fresh graduate.
Tapi karena perusahaan tak memiliki cukup anggaran, harus ada karyawan yang dilepas. Bos itu pun memutuskan memecat sang ibu baru. Alasannya, klien untuk proyek selanjutnya sudah cocok dengan karyawan yang baru.
"Jelas, situasi ideal yang saya inginkan adalah mempertahankan keduanya....... Tetapi saya harus melakukan yang benar oleh tim dan firma. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan menulis Surat Rekomendasi yang brilian untuknya, dan bahwa dalam beberapa bulan dia dapat mencoba dan melamar pekerjaan di firma kami," jelasnya.
Baca Juga: 4 Cara untuk Memulai Karier sebagai Freelancer, Siap Mencoba?
Postingan itu rupanya menuai reaksi pedas. Ada yang menyebut bahwa cuti hamil harusnya tidak menjadi pembenaran untuk memecat karyawan. Bagaimana menurutmu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis