Suara.com - Beragam alasan dibuat untuk menormalisasi kebiasaan menonton film porno, salah satunya, sebagai sarana edukasi seks.
Padahal, seks di film dan dunia nyata merupakan hal yang berbeda. Setidaknya begitu kata pegiat isu kesehatan seksual Andrea Gunawan.
Kata Andrea, jangan coba-coba berekspektasi lebih saat melihat adegan di film porno untuk bisa dilakukan di dunia nyata.
"Perlu diingat semua yang porno, baik yang diproduksi oleh production house maupun sendiri, perlu diingat itu kan ada proses yang sudah diedit. Mereka perform, sengaja akting," kata Andrea ditemui di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia juga mengingatkan, tak perlu membandingkan diri sendiri dengan adegan atau bahkan bentuk fisik aktor, terutama film yang dibuat oleh rumah produksi ternama.
Sebab, para aktor biasanya sudah melewati training, perawatan, atau ada alat bantu seks agar bisa berhubungan seks terus menerus.
"Kenapa kok laki-lakinya satu jam bisa keras terus misalnya, ya karena di baliknya ada viagra atau segala macam. Mereka memang ada trainingnya juga kalau menurut Zoya Amirin, dia seksolog Indonesia dan memang sudah trip ke Amerika ke salah satu production house di sana. Namanya juga aktor, mereka ada persiapannya segala macam," ungkapnya.
Para aktor porno itu juga biasanya telah melewati proses audisi. Setelah itu juga kemungkinan masih melewati perawatan. Sehingga fisik yang ditampilkan memiliki kesan 'sempurna'.
"Jadi kita enggak bisa membandingkan kok warna vulvanya cerah yang kita punya seperti ini. Padahal yang kita enggak lihat, itu memang normal, semua orang juga begitu."
"Cuma kebetulan yang nampang di internet telah dipilih dan mungkin kita nggak tahu mereka perawatannya apa, mungkin mereka sudah dilaser kan kita nggak tahu," tuturnya.
Bila pasangan gemar menonton film porno, menurut Andrea, jangan buru-buru mengatakan dia selingkuh. Lebih baik ajak nonton bersama dan diskusi tentang gaya hubungan seks yang mungkin bisa ditiru dari film.
"Kita harus berangkat dari keinginantahuan, kalau pasangan nonton itu ya kenapa dia tertarik, kenapa dia suka nonton. Jadi kita kayak ingin tahu juga."
"Bukan ingin tahu pornonya, tapi ingin tahu kenapa pasangan kita tertarik. Jadi mungkin apa yang bisa kita bantu juga, biar sama-sama hubungan seksual yang lebih wah meskipun sudah punya anak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman
-
Anti-Burnout Club: 4 Cara Sederhana Ciptakan Momen 'Zen' ala Naomi Zaskia di Tengah Kesibukan
-
Cuaca Makin Gerah? Ini 7 Kipas Angin Berdiri Anti-Berisik, Anginnya Semriwing
-
7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
-
Berhenti Menunggu Sempurna: Mengapa Ide Brilian Anda Terbuang Sia-sia Jika Terus Menunda
-
Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang
-
Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi
-
Bye-bye Minyak dan Beruntusan! Ini 5 Sunscreen Tone Up yang Bikin Wajah Cerah Instan
-
Kerap Disepelekan! Satgas IDAI Ingatkan Wabah Influenza Pernah Sebabkan 100 Juta Kematian
-
7 Tas ASI Cooler Bag Paling Tahan Lama, Bisa Jaga Suhu Hingga 20 Jam