Suara.com - Raja Charles ternyata punya tips memasak kentang panggang agar terasa lebih lezat ala makanan kerajaan. Ia membocorkan 'rahasia dapur' kerajaan itu kepada koki saat berkunjung ke Bradford HQ di jaringan supermarket Morrisons, Yorkshire, pada Selasa (8/11) kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Charles juga berbicara dengan orang-orang dari pertanian, komunitas, dan program magang perusahaan. Saat Raja tiba, dia mengobrol dengan para pekerja toko di sekitar wilayah tersebut.
"Terima kasih atas upaya luar biasa Anda. Saya harap mereka membiarkan kamu pergi saat Natal," kata Raja Charles dikutip dari Mirror.
Saat membagikan tips, Raja Charles menyarankan kepada koki jangan menambahkan minyak ke kentang saat akan memanggangnya ke dalam oven. Saat memanggang daging pun seperti itu.
Raja 73 tahun itu menyarankan untuk membuang lemak bebek atau angsa. Karena cara terbaik untuk memasak panggangan, menurutnya dengan tidak menggunakan lemak dari apa pun, kecuali dengan lemak pada iga sapi.
Rebecca English, Editor Kerajaan untuk Daily Mail, mengunggah momen tersebut pada akun Twitter pribadinya. Rebecca mengunggah video berdurasi 15 detik yang menunjukan Raja Charles berjabat tangan dengan pekerja Morrisons.
"Di Bradford HQ of @Morrisons Raja menawarkan tipsnya untuk kentang panggang yang sempurna (memasaknya dalam lemak dari sendi!) Saat dia mencium iga daging sapi yang 'tak tertahankan'," tulis Rebecca pada cuitannya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiro komentar warganet yang mendukung tips Raja Charles. Seorang warganet bahkan setuju dengan tios tersebut karena juga sering melakukannya.
"Yang Mulia benar-benar tepat! Tidak ada yang lebih baik daripada kentang panggang yang meneteskan daging!"
Baca Juga: Kirim Ungkapan Duka Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Raja Charles: Saya Sangat Sedih
Kentang memang termasuk menu masakan di Inggris, terutama saat perayaan besar seperti natal. Namun, di Istana Inggris kentang jarang dihidangkan terlebih saat Ratu Elizabeth II masih hidup.
Mantan koki Istana, Chef Darren McGrady, mengatakan bahwa Ratu tak suka mengonsumsi karbohidrat. Sehingga para koki tak pernah menyajikan makanan yang mengandung karbohidrat saat makan malam.
"Tidak boleh ada kentang, nasi, atau pasta untuk makan malam," ungkap Chef Darren kepada The Telegraph seperti dikutip dari Express UK.
Larangan makan kentang ini bahkan berlaku untuk semua anggota keluarga kerajaan, termasuk Kate Middleton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh
-
30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos
-
Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta
-
15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp
-
Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban
-
Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?
-
Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina
-
Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah
-
Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?