Suara.com - Aktor kawakan Rudy Salam meninggal dunia hari ini, Jumat 18 November 2022. Keluarga mengatakan Rudy Salam adalah orang yang introvert dan memiliki riwayat depresi.
"Depresi sudah 7 tahun, itu diagnosa dokter. (Aktivitasnya) di rumah aja gitu. Kalau dibilang sakitnya apa, ya nggak ada," jelas Marina Gardena, istri Rudy, kepada wartawan.
Terkait apa yang memicu Rudy Salam mengalami depresi, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti. Sebab, aktor 73 tahun ini adalah sosok yang tertutup.
"Nggak ada yang tahu. Orangnya suka humor, tapi kalau tentang dirinya sendiri, sebenarnya dia introvert," tutur Chris Salam sang kakak.
Lalu benarkah kepribadian tertutup alias introvert lebih rentan depresi? dr. Irna Cecilia di laman Alodokter menyebut penelitian memang menunjukan adanya keterkaitan antara orang yang memiliki kepribadian introvert dengan terjadinya depresi.
Namun patut ditegaskan bahwa kepribadian introvert dan tertutup sendiri bukan bagian dari gangguan jiwa atau masalah kejiwaan, sehingga tidak perlu diubah. Yang harus diobati adalah gangguan jiwa yang dialami, sebab introvert juga bisa hidup bahagia dan bebas dari masalah kejiwaan.
Beberapa gejala depresi yang penting untuk diperhatikan antara lain:
- Merasa sedih sepanjang hari, tetapi rasa sedih terutama dirasakan pada pagi hari
- Kehilangan minat dan kesenangan terhadap hampir semua aktivitas yang terjadi hampir setiap hari
- Mengalami kesulitan untuk tidur atau justru tidur berlebihan
- Terjadi peningkatan atau penurunan berat badan yang signifikan
- Banyak bergerak dan tidak bisa diam (agitasi) atau justru gerakan dan bicara menjadi melambat
- Sering diliputi perasaan tidak berguna dan rasa bersalah
- Rasa lemah dan mudah lelah seperti kehilangan energi
- Terdapat gangguan konsentrasi dan kesulitan membuat keputusan
- Pikiran berulang tentang kematian dan bunuh diri
"Untuk dapat mengetahui lebih pasti apakah Anda benar mengalami depresi, ada baiknya memeriksakan diri ke psikiater," tulis dr. Irna Cecilia.
Psikiater akan melakukan wawancara psikiatri untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit fisik, penggunaan obat-obatan, dan juga kemungkinan gangguan psikiatrik lainnya. Psikiater akan memberikan terapi yang sesuai untuk mengatasi kondisi anda.
Baca Juga: Kronologi Rudy Salam Wafat, Sulit Makan hingga Tatapan Mata Kosong
Terapi yang utama diberikan pada penderita depresi biasanya berupa psikoterapi yaitu terapi di mana pasien diminta untuk menceritakan semua masalah, pikiran, dan perasaan Anda kepada psikiater, serta terapi dengan obat-obatan antidepresan.
dr. Irna juga memberikan 6 tips bagi Anda untuk bisa membantu mengatasi kesedihan karena depresi. Apa saja?
- Cobalah untuk mencari informasi sebanyak mungkin mengenai depresi. Sadarilah bahwa anda tidak sendirian, karena di dunia ini sangat sangat banyak orang yang mengalami depresi.
- Selalu cari bantuan orang terdekat anda saat anda mulai merasakan kesedihan berlebihan hingga muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
- Lakukan perawatan diri dengan baik dengan makan makanan bergizi secara teratur, menjaga kebersihan diri, tidur dan istirahat yang cukup
- Cobalah lebih banyak melakukan aktivitas yang anda pernah sukai atau lakukan hobi anda
- Menulis jurnal atau diary seringkali dapat membantu mengurangi beban perasaan anda
- Jangan mengisolasi diri dan menghindar dari pergaulan, eratkan hubungan anda dengan keluarga dan teman anda
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot