Suara.com - Belakangan, Alip Ba Ta, YouTuber asal Ponorogo mencuri perhatian penikmat musik. Pemilik nama lengkap Alif Gustakiyat tersebut dimenal berkat kepiawaiannya bermain gitar ala fingerstyle begitu memukau.
Tak tanggung-tanggung, dalam setiap videonya, Alip Ba Ta bahkan selalu berhasil mendapatkan ratusan ribu hingga jutaan penonton, yang membuatnya meraup untung Rp8,8 miliar setahun dari YouTube.
Menariknya, meski telah menjadi miliarder, Alip Ba Ta selalu konsistem dengan kesederhanaannya. Hanya lewat kamera biasa, dengan latar belakang dinding rumah yang sudah mulai memudar catnya, ia berhasil membuat karya-karya musik luar biasa.
Untuk mengenal lebih dekat, YouTuber Alip Ba Ta, berikut beberapa fakta menarik mengenai dirinya seperti yang Suara.com rangkum dari berbagai sumber.
1. Berprofesi sebagai Seorang Operator Forklift
Bukan musisi kenamaan dan kerap tampil di panggung besar, Alif sebenarnya hanyalah seorang operator forklift di sebuah perusahaan. Bahkan, meski sudah mendapatkan penghasilan besar dari video-video di YouTube, ia tetap bekerja dan tidak meninggalkan profesinya itu.
2. Mendapatkan Apresiasi dari Sederet Musisi
Tidak hanya diapresiasi oleh warganet di Youtube, karya-karya milik Alif juga mendapatkan applause dari musisi terkenal dunia. Ia bahkan dijuluki dewa gitar, yang dapat menyihir penonton lewat harmonisasi musiknya yang indah.
Sejumlah maesto musik dalam negeri hingga mancanegara bahkan memujinya. Termasuk Addie MS, Anji, Dewa Budjana, Iwan Fals hingga Brian May melodi gitar Queen kagum dengan bakat permainan gitar Alif.
Baca Juga: Tampilan Sederhana, Alip Ba Ta Mampu Menyihir Penonton dengan Gaya Fingerstyling Memukau
3. Penghasilan Miliaran Pertahun
Hingga kini, kanal YouTube Alip Ba Ta sudah mendapatkan Gold Button berkat jumlah subsribernya yang mencapai 4,94 juta. Meski baru mengunggah 106 video, pengikut Alip Ba Ta di YouTube terbilang fantastis dengan rata-rata bisa 2 juta viewers.
Dihitung melalui SocialBlade, konten terbaru Alip Ba Ta yang diunggah pada 8 Agustus 2021 dihargai USD1.200 atau Rp17 juta.
Dengan jumlah subscriber miliknya, diperkirakan Alip Ba Ta mendapatkan uang USD758 - USD12.100 atau Rp10,78 juta - Rp172,13 juta per minggu.
Sementara untuk 30 hari terakhir Alip Ba Ta bisa meraup USD3.200 - USD52.000 atau Rp45,5 juta-Rp739,76 juta. Dengan jumlah tersebut, Alief diperkirakan menerima USD39.000-USD623.400 atau Rp 554,8 juta-Rp 8,8 miliar setahun.
4. Tetap Hidup Sederhana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan