Suara.com - Hubungan sehat yang ideal tentu diinginkan oleh setiap orang. Sayangnya, tak semua orang bisa menikmati hal tersebut dan justru terjebak dalam toxic relationship.
Istilah toxic relationship pun cukup sering terdengar di media sosial. Namun, apakah Anda tahu apa itu toxic relationship?
Toxic relationship merupakan salah satu topik yang cukup hangat diperbincangkan. Hal ini lantaran toxic relationship dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas seseorang.
Sayangnya, banyak orang yak tak sadar atau menyangkal tengah berada di dalam toxic relationship. Lantas, apa itu toxic relationship?
Secara sederhana, toxic relationship diartikan sebagai hubungan yang tak produktif, bahkan merusak satu dengan lainnya. Bukan hanya dalam hubungan asmara, hal ini juga bisa terjadi dalam lingkaran pertemanan.
Hubungan ini sama sekali tidak baik dijalani oleh siapapun. Pada akhirnya, orang-orang di dalamnya akan menghabiskan energi bahkan tak mendapat manfaat dari hubungan itu.
Melansir dari Healthline, ada beberapa tanda di mana seseorang terjerat dalam toxic relationship. Terkadang tanda-tanda ini tak disadari atau bahkan disepelekan.
Tanda-tanda tersebut meliputi seperti kurang adanya dukungan satu sama lain, komunikasi yang tidak baik, cemburu berlebihan, mengontrol perilaku, hingga ketidakjujuran.
Orang yang merasa selalu gelisah dalam hubungan pun bisa jadi tengah berada dalam toxic relationship. Selain itu pasangan yang mengabaikan kebutuhan, berjarak dengan kerabat, dan kurang merawat diri, merupakan tanda-tanda seseorang tengah berada di dalam toxic relationship.
Baca Juga: 4 Hal yang Dapat Merampas Rasa Percaya Diri Seseorang, Yuk Kenali!
Jika Anda merasakan tanda-tanda tersebut dan masih berharap bahwa ia bisa berubah, ini juga termasuk dalam toxic relationship. Berharap seseorang dapat berubah justru akan berakhir menyiksa dan menyakiti diri sendiri.
Itulah yang dimaksud dengan toxic relationship. Apakah Anda pernah atau bahkan sedang berada di dalamnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air