Suara.com - Sabda Ahessa, kekasih berondong Wulan Guritno yang memiliki perbedaan usia hingga 15 tahun kerap menjadi sorotan. Pesona lelaki 27 tahun tersebut memang tak perlu diragukan lagi.
Sosok atletis Sabda Ahessa mungkin menjadi satu dari sekian hal yang berhasil meluluhkan hati Wulan Guritno. Dalam Instagramnya, putra kedua dari aktor lawas Sys NS ini memang kerap mengunggah gaya hidupnya yang aktif.
Ia merupakan seorang pemain basket profesional. Bukan cuma itu, Sabda saat ini juga gemar melakukan olahraga tinju. Dengan tubuh ideal dan tinggi badan mencapai 193cm, tak heran jika ia memiliki penggemar.
Ya, kebanyakan perempuan memang tertarik dengan seorang atlet atau lelaki yang memiliki latar belakang atletik. Tapi, tahukah kamu jika ada alasan ilmiah mengapa hal ini terjadi? Berikut penjelasannya seperti dilansir Real Men Real Style.
Tim peneliti Kanada menerbitkan sebuak studi dalam jurnal Evolutionary Psychology tahun 2010 yang menjelaskan mengapa kebanyakan perempuan menyukai atlet atau lelaki dengan tubuh atletis.
Teorinya, perempuan menyukai atlet karena mereka ingin berhubungan dengan lelaki yang sehat. Atlet juga menunjukkan motivasi, kekuatan, tekad, dan kerja tim.
Selain itu, karena "efek halo", lelaki yang membuktikan diri dalam olahraga dianggap lebih kompeten dan memiliki kualitas yang lebih baik di bidang lain.
Para peneliti secara khusus tertarik pada olahraga tim versus olahraga individu . Mereka bertanya-tanya apakah atlet tim lebih atraktif, karena bermain dalam tim menunjukkan bahwa mereka dapat berkolaborasi dan bekerja sama.
Studi Utama
Baca Juga: Wulan Guritno Disebut Tantenya Indonesia: Selalu Buat Mata Cerah
Pertama, para peneliti merekrut 125 perempuan dan 119 laki-laki dari universitas Kanada. Usia peserta berkisar antara 18-25 tahun dan berasal dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam studi kecil sebelumnya, orang-orang menilai sekelompok besar lawan jenis, foto kepala yang tidak tersenyum dari berbagai orang. Foto-foto dengan peringkat tertinggi dan terendah dipilih untuk studi yang lebih besar.
Singkatnya, foto dan deskripsi yang ditampilkan secara acak kepada peserta bervariasi, di antaranta daya tarik, keterlibatan olahraga dan status.
Hasilnya, menjadi seorang atlet memang meningkatkan persepsi tentang sifat positif dan menarik seorang lelaki. Olahraga individu vs tim sebenarnya tidak terlalu penting. Dorongan terbesar adalah antara atlet vs non-atlet.
Secara keseluruhan, ketika atlet individu dan tim digabungkan, mereka mengalahkan non-atlet di setiap area. Atlet (tim dan individu) dipandang memiliki disposisi emosional yang lebih baik, leterampilan sosial yang lebih baik, rasa malas yang kurang, lebih sehat, lebih percaya diri dan lebih kompetitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan