Suara.com - Perkembangan teknologi internet menjadi suatu keniscayaan yang tidak bisa dibendung. Hampir seluruh lini kehidupan masyarakat saat ini terhubung dengan internet dan dunia digital.
Sayangnya, kemampuan masyarakat untuk menggunakan internet dan media sosial dengan cakap tidak dimiliki oleh banyak orang. Oleh sebab itu, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Content Creator, Alvina Margareta kembali mengingatkan bahwa aktivitas digital membuka potensi buruk seperti penipuan dan pencurian akun, sehingga diperlukan pemahaman masyarakat terkait keamanan digital.
“Ada beberapa kompetensi dalam keamanan digital, yaitu mengamankan perangkat digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, memahami keamanan digital bagi anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu, Content Writer Lukman Hakim mengatakan bahwa cakap bermedia sosial adalah mampu memahami, menggunakan, dan mengetahui bagaimana bermedia digital dengan baik dan bijak, di antaranya dengan menghindari konten negatif.
“Teknologi berkembang terus-menerus, kita dituntut untuk selalu siap beradaptasi. Dalam proses beradaptasi itu kita harus sadar bahwa teknologi hanya sebatas alat dan manusia adalah tuannya. Jangan sampai kita yang dikendalikan olehnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja, S.Sos juga mengingatkan pentingnya menjaga etika di ruang digital lantaran dalam ruang digital terjadi interaksi dan terjalin komunikasi dengan orang lain dari berbagai kultur.
“Etika digital ditawarkan atau diajarkan sebagai pedoman dalam menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegrasi, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital,” ungkapnya.
Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 yang lalu, menunjukkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada di level sedang dengan nilai 3,49 dari 5,00.
Sehingga upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman ini, menyuguhkan materi yang didasarkan pada 4 pilar utama Literasi Digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
Baca Juga: Kesederhanaan yang Indah: Kisah di Balik Lagu 'Komang' Karya Raim Laode
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
15 Rekomendasi Kado Valentine untuk Cowok, Dijamin Berkesan dan Berguna
-
Moisturizer Niacinamide Jangan Dipakai dengan Serum Apa? Ini Contoh Produknya
-
Apakah Sepatu Adidas Samba Boleh Dicuci? Begini Cara Merawat yang Benar
-
Baru Diluncurkan, Tiket Early Bird Cravier 2026 Habis dalam Sekejap
-
5 Rekomendasi Sepeda Keranjang, Nyaman dan Fungsional untuk Pemakaian Sehari-hari
-
Dari Komunitas hingga Internasional, Produksi Topi Lokal Ini Buktikan Naik Kelas
-
Siapakah Baal Epstein Files? Ramai Disebut-sebut, Begini Sejarahnya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gravel Lokal, Modal 3 Jutaan Tembus Segala Medan
-
7 Fakta Little St. James, Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein
-
Kenapa Jeffrey Epstein Disebut Mata-Mata Israel? Diduga Punya Koneksi dengan Sosok Ini