Suara.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, tak tinggal diam ketika ada warganet yang melecehkan istrinya, Selvi Ananda. Warganet itu secara terang-terangan memberi komentar bernada seksual yang ditujukan kepada Selvi Ananda.
"@gibran_tweet cil istri lo boleh juga lah ya jadi budak sex," kata warganet dengan akun Twitter p40812.
Tak lama setelah cuitan itu muncul, Gibran langsung memberikan respon. Ia tampak geram dengan kata-kata tidak senonoh yang dilontarkan oleh warganet tersebut.
"Kurangin dikit lah yang kayak gini. Ntar diciduk nangis," balas Gibran Rakabuming Raka sambil mengutip cuitan tersebut tanpa tambahan emoji apa pun.
Apa yang dilakukan warganet tersebut sudah termasuk ke dalam pelecehan seksual secara verbal. Lantas, apa yang bisa dilakukan ketika pasangan mengalami pelecehan seksual?
Mengutip dari Chicago Alliance Against Sexual Exploitation, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan ketika pasangan mengalami pelecehan. Anda dapat menghormati batasan individu yang dibuat oleh pasangan Anda.
Jika mereka tidak nyaman mendiskusikan pengalaman mereka, hormati keputusan mereka. Hal yang sama berlaku untuk batasan fisik.
Kemudian, biarkan pasangan membicarakan tentang apa yang mereka alami serta bagaimana perasaan mereka. Jadilah pendengar yang baik tanpa menghakimi atau meremehkan pasangan.
Yakinkan pasangan bahwa emosi yang mereka rasakan valid dan Anda siap mendengarkan curhatan mereka. Jadilah sosok suportif yang bisa dipercaya oleh pasangan.
Baca Juga: Perusahaan Luar Negeri Bisa Buyarkan Rencana Persis Solo Kelola Stadion Manahan
Bersikaplah tegas dan terbuka terhadap apa yang dikatakan pasangan Anda tentang pengalaman mereka. Anda dapat menanggapi ekspresi ketakutan apa pun tentang keraguan mereka dengan mengatakan, "Saya percaya Anda."
Soal sikap tegas, ini seperti yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka kala mengetahui adanya kalimat tak pantas yang dilayangkan kepada Selvi Ananda. Hal tersebut juga termasuk contoh tindakan pasangan suportif.
Tunjukkan kepedulian Anda dengan bertanya apakah pasangan membutuhkan bantuan dari profesional. Anda dapat membantu atau, jika diminta, memimpin pencarian perawatan medis, terapi, kelompok pendukung, layanan hukum, atau sumber daya lainnya.
Tentu saja, tak ada yang ingin mengalami kejadian tak mengenakan terkait pelecehan seksual. Semoga Anda maupun orang terdekat tak pernah mengalami kejadian serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jadwal Operasional Kantor Pos dan Ekspedisi Pasca Lebaran 2026
-
Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Tata Caranya
-
5 Contoh Sambutan Halal Bihalal RT Lebaran 2026: Singkat, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
11 Kontroversi Irawati Puteri Penerima LPDP, Diduga Kerja Tanpa Lisensi
-
5 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card Murah 2026, Cek di Sini!
-
Viral Video Pawai Takbiran Azab Korupsi MBG di Lombok, Ada Siksa Kubur
-
Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Puasa Syawal 2026 Mulai Kapan? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Teh Novi Curhat Alami Rambut Rontok Parah Pasca Operasi Bariatrik, Ini Sebabnya!
-
4 Cara Menyimpan Sisa Opor dan Rendang agar Tidak Basi Sampai Besok