Suara.com - Band T Koes kini harus gigit jari lantaran dilarang keras menyanyikan lagu band ternama, Koes Plus.
Padahal, T Koes telah sekian lama hadir di publik sebagai band tribut atau band penghormatan kepada Koes Ploes yang kini menjadi legenda.
Ultimatum larangan tersebut dilayangkan oleh pihak keluarga besar Koes Plus. Alhasil, T Koes kehilangan citra mereka sebagai grup musik yang melanjutkan legenda Koes Plus.
Profil band T Koes
Huruf 'T' dalam nama T Koes diambil dari nama salah seorang personil Koes Plus, Tonny Koeswoyo yang juga merupakan leader dan vokalis utama.
T Koes beranggotakan tiga bersaudara, yaitu Fajaru Al Azhari, Galifa Al Baladi, dan Ji Qory Al Ghifari, serta ayah mereka yang bernama Agusta Dwi Susanto Marzall.
Keempat pria tersebut mengadopsi gaya Koes Plus kala manggung, yakni busana tahun 1980-an lengkap dengan rambut gondrong dan pakaian gombrong.
T Koes juga membawakan lagu-lagu legendaris Koes Plus untuk melanjutkan pamor mereka.
Meski menjadi band tribut, T Koes tak memiliki hubungan keluarga dengan para anggota Koes Plus. Fakta tersebut sontak menjadi polemik lantaran keluarga besar Koes Plus keberatan dengan keberadaan band T Koes.
Baca Juga: Profil Haris Widodo: Besan Baru Menparekraf Sandiaga Uno, Kariernya Top! Siapa Dia?
Keluarga besar Koes Plus layangkan ultimatum: Singgung soal etika
Agusta selaku ayah dari ketiga personel T Koes dalam keterangannya, Minggu (24/9/2023) menerima keputusan keluarga besar Koes Plus secara lapang dada.
Sebelumnya, David Koeswoyo, Damon Koeswoyo, Rico dan Sari Koeswoyo selaku keluarga besar personel Koes Plus melayangkan ultimatum ke T Koes untuk berhenti membawakan lagu Koes Plus.
"Kami menyatakan bahwa terhitung hari ini keluarga besar Koes Plus melarang dan tidak memberikan izin kepada band T’Koes untuk membawakan karya cipta dari keluarga besar Koes Plus," kata Sari Koeswoyo dikutip dari unggahan di Instagram pribadinya, Semin (25/9/2023).
Larangan tersebut juga berlaku pada penampilan nonkomersil, alias T Koes benar-benar dilarang menampilkan lagu Koes Plus meskipun tak meraup untung.
"Dan segala sesuatu yang terkait dalam kegiatan bermusik dan atau dalam bentuk apapun baik komersil maupun non-komersil,” sambungnya lagi.
Larangan tersebut diambil berdasarkan musyawarah keluarga Koes Plus yang memperoleh kesimpulan bahwa membawakan lagu Koes Plus tanpa izin dinilai tak mengindahkan etika.
“Ini bukan perkara uang atau royalti ya. Ini masalah yang berulang terkait attitude. Dan kesabaran kami sudah habis,” tegasnya.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Profil Haris Widodo: Besan Baru Menparekraf Sandiaga Uno, Kariernya Top! Siapa Dia?
-
Profil Rosa Istri Codeblu: Dituding oleh Farida Nurhan Diculik Sang Suami
-
Profil Silvandrie Abriyan: Dosen yang Minta Mahasiswa Panggil 'Yang Mulia', Siapa Dia?
-
Profil dan Biodata Tetta Valentia Istri Soleh Solihun, Berpendidikan Mentereng
-
Profil Siskaeee, Biodata, IG, Siskaeee Agamanya Apa?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan