Suara.com - Istilah bayi lepas panggul terkesan sangat mengerikan, tapi fenomena ini nyata dan bisa dialami anak saat belajar berjalan. Kondisi yang cukup umum ini disebut hip dysplasia, benarkah bisa karena bedong?
Menurut Konsultan Ortopedi Anak Eka Hospital BSD, dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K) hip dysplasia atau bayi lepas panggul yang menyebabkan sendi panggul yang berbentuk seperti soket tidak memegang bagian bola tulang paha atas sepenuhnya.
"Hal ini memungkinkan sendi panggul mengalami dislokasi sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan karena bisa berdampak pada proses pertumbuhan dan juga kenyamanan si kecil," ujar dr. Patar melalui rilis yang diterima suara.com, Senin (11/11/2023).
Mirisnya, dr. Patar membenarkan kondisi yang bisa mengganggu tumbuh kembang bayi hingga mengganggu kenyamanan buah hati saat beraktivitas ini, bisa disebabkan karena kebiasaan membedong yang kurang baik.
"Membedong adalah teknik membalut tubuh si kecil dengan kain untuk menjaga suhu dan posisinya tetap terjaga. Membedong memiliki manfaatnya tersendiri untuk bayi dan juga orangtua, namun apabila teknik yang dilakukan kurang tepat, membedong bisa menyebabkan panggul lepas pada bayi," papar dr. Patar.
Inilah sebabnya orangtua juga wajib mengenali tanda bayi lepas panggul, agar bisa cepat dilakukan penangana dan tidak memperburuk kondisinya saat dewasa. Berikut ini 4 tanda yang bisa dikenali:
- Sendi panggul mengeluarkan bunyi ketika digerakan.
- Panjang kaki kanan dan kaki kiri yang berbeda.
- Adanya keterbatasan rentang gerak pada salah satu sendi panggul.
- Anak terlihat pincang ketika sudah mulai bisa berjalan.
Selain karena bedong, ada juga faktor risiko yang menyebabkan bayi mengalami lepas panggul, seperti developmental dysplasia yang sudah ada sejak dilahirkan.
"Developmental dysplasia sendiri merupakan gangguan perkembangan panggul pada bayi yang dapat terjadi karena karena beberapa faktor," jelasnya.
Berikut ini beberapa faktor risiko bayi lepas panggul yang harus diwaspadai:
Baca Juga: Mayat Bayi Tersangkut di Saluran Air Cimanuk, Warga Lapor Polisi
- Berjenis kelamin perempuan, anak perempuan diketahui memiliki risiko hip dysplasia 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki karena secara biologis perempuan memiliki ukuran panggul yang lebih besar daripada laki-laki.
- Anak sulung, anak pertama diketahui juga memiliki risiko hip dysplasia yang lebih tinggi karena kondisi rahim ibu yang masih ketat dan kencang saat pertama kali mengandung.
- Kehamilan bayi sungsang, ketika bayi dalam posisi terbalik di dalam rahim dimana bokong yang menghadap ke bawah dan bukan kepala.
- Pengaruh faktor genetik, seperti memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami hip dysplasia sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
Terkini
-
Ikrar Pelajar Indonesia Dibaca setelah Apa? Ini Susunan Upacara Bendera 2026
-
5 Sabun Muka Batangan Ampuh Hempas Jerawat, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
Aplikasi Buy Now Paylater Bukan Sekadar Tren Tapi Kebutuhan
-
Apa Saja Bahan Bikin Es Gabus? Viral Pedagang di Kemayoran Disebut Jualan Pakai Spons
-
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
-
5 Rekomendasi Sabun Muka Indomaret untuk Atasi Flek Hitam, Cuman Rp20 Ribuan
-
6 Promo Minyak Goreng Alfamart Penyelamat Dompet, Tropical 1,5L Cuma Rp29.900
-
5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah
-
Retinol dan Retinoid Apakah Sama? Jangan Asal Pakai, Pahami Perbedaannya
-
Asal Usul Nyadran, Tradisi Masyarakat Jawa yang Masih Lestari Jelang Ramadan