Suara.com - Pendudukan dan operasi militer yang dilakukan oleh Israel pada Palestina terus berlanjut. Tidak hanya dampak pada korban jiwa dan kerugian infrastruktur, namun juga wilayah negara Palestina yang dinilai terus menyempit. Perubahan luas wilayah Palestina dari sebelum kedatangan Israel hingga saat ini bisa Anda cermati dalam penjelasan berikut ini.
Mengacu pada data terkini yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik Palestina atau PCBS, total luas wilayah Palestina mencapai kurang lebih 6,025 kilometer persegi pada 2017 lalu. Luasan ini dibagi menjadi dua bagian besar, yakni Tepi Barat seluas 5,660 kilometer persegi, dan 365 kilometer persegi pada Jalur Gaza.
Tapi Bagaimana Kondisinya Sekarang?
Dirilis dari Al-Jazeera, luas wilayah Palestina awalnya adalah sekitar 26,323 kilometer persegi, atau lebih dari 4 kali lipat luas wilayahnya sekarang. Namun sejak Israel berdiri pada 1948 lalu, luas negara Palestina terus berkurang.
Israel melakukan aneksasi, yakni perbuatan suatu negara secara sepihak yang memasukkan wilayah negara lain ke dalam perbatasannya. Hal ini dilakukan secara terus menerus, dan bahkan kegiatan ini dilarang oleh Piagam PBB secara jelas.
Rincian dari wilayah yang dimiliki Palestina saat ini berdasarkan sumber yang sama, kira-kira adalah sebagai berikut.
1. Tepi Barat
- Hebron, 1,000 kilometer persegi
- Ramallah & Al-Bireh, 855 kilometer persegi
- Bethlehem, 655 kilometer persegi
- Nablus, 599 kilometer persegi
- Jericho & Al-Aghwar, 593 kilometer persegi
- Jenin, 584 kilometer persegi
- Tubas & Lembah Utara, 409 kilometer persegi
- Yerusalem, 349 kilometer persegi
- Tulkarm, 247 kilometer persegi
- Salfit, 204 kilometer persegi
- Qalqilya, 165 kilometer persegi
2. Jalur Gaza
- Khan Yunis, 109,7 kilometer persegi
- Gaza, 74,6 kilometer persegi
- Rafah, 63,1 kilometer persegi
- Gaza Utara, 60,9 kilometer persegi
- Deir Al-Balah, 56,7 kilometer persegi
Tercerai Berai
Baca Juga: Israel Terus Kembangkan Senjata Nuklir, Turki Khawatirkan Kondisi Gaza
Wilayah Palestina awalnya merupakan satu kesatuan besar yang saling terhubung, sehingga tampak ideal sebagai sebuah wilayah negara. Namun demikian setelah pendudukan dan pencaplokan wilayah yang dilakukan oleh Israel, kini wilayahnya tercerai berai.
Wilayah-wilayah yang disebutkan di atas tidak lagi terhubung secara langsung, namun dipisahkan oleh area yang telah diduduki oleh Israel dengan masyarakat dan kekuatan militernya. Tak heran jika operasi militer ini terus mendapat kecaman dari dunia, meski ada pula yang masih mendukung Israel.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Kenapa Keffiyeh Palestina Dilarang Dipakai di Arab Saudi? Ini Penjelasannya
-
Isi Saku Rompi Tentara Israel di Luar Ekspektasi, Netizen: Putri Kecil Ayah
-
Amerika Abaikan Usulan Indonesia dan PBB Untuk Perdamaian Gaza, Pilih Dukung Israel
-
Melintasi Lorong Konflik di Kota Suci, Ulasan Buku Hamas Karya Maszlee Malik
-
Israel Terus Kembangkan Senjata Nuklir, Turki Khawatirkan Kondisi Gaza
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas