Suara.com - Warganet tak henti-hentinya gemas sekaligus jengkel dengan kelakuan Willy Sulistio yang dinilai kerap membodohi dan memanipulasi sang istri, dokter Qory Ulfiyah Ramayanti.
Tabiat tersebut sontak membuat publik mempertanyakan pendidikan Willy Sulistio dibandingkan dengan pendidikan Dokter Qory.
Pria yang sempat melaporkan kehilangan sang istri hingga ternyata terungkap seorang pelaku KDRT tersebut disoroti gegara dinilai kerap merendahkan kecerdasan istrinya.
Salah satu contoh tabiat buruk Willy tercermin dari video kontennya kala membahas menopause bersama istri dan anak-anaknya, sebagaimana yang disoroti oleh warganet.
"Percayalah, orang kayak dr. Qory ini ada banyak. Dibikin percaya kalau dia gak lebih pintar dari pasangannya, kalau dia yang bodoh, dan karena itu selalu butuh pasangannya," cuit warganet yang berujung viral.
Willy di tengah-tengah segmen konten sempat menyemprot istrinya dan seolah-olah merendahkan kecerdasaannya lantaran Qory bertanya balik.
"Kalau selesai mens itu namanya apa Bun?" tanya Willy ke Qory di depan anak-anak mereka.
"Selesai mens?" Qory bertanya balik memastikan pertanyaan suaminya. Namun suaminya malah menyalahkan pertanyaan dokter tiga anak itu.
"Kalau ada orang nanya jangan ditanya lagi itu nggak boleh ya. Itu kalau di kampus udah dicoret nilainya," ucap Willy.
Lantas, seperti apa pendidikan Willy Sulistyo jika dibandingkan dengan sang istri.
Pendidikan Willy Sulistyo vs Dokter Qory: Suami lulusan filsafat, istri jadi dokter
Berdasarkan informasi yang disimpan di database PDDikti, Willy Sulistyo merupakan alumnus S1 (Strata 1) Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia (S1).
Otomatis, Willy merupakan penyandang gelar Sarjana Humaniora (S.Hum.).
Ia masuk kuliah tahun 2004 dan merampungkan studi dalam kurun waktu empat tahun.
Berita Terkait
-
Kini Jadi Korban KDRT Suami Sendiri, Dokter Qory Sempat Buat Wasiat untuk Anak
-
Suami Dokter Qory Diduga Idap Bipolar, Pantas Gampang Emosi dan Tega Lukai Istri?
-
Suami Qory Ulfiyah Ngaku Cinta Istri Tapi Lakukan Kekerasan, Psikolog Ungkap Perilaku Manipulatif Pelaku KDRT
-
Lika-liku Kasus Dokter Qory: Awalnya Viral karena Dilaporkan Hilang, Ternyata Jadi Korban KDRT Suami Sendiri Saat Hamil
-
Suapi Rizky Billar, Adab Lesti Kejora Tuai Pujian: Dia Menghargai Suami
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam