Suara.com - Kasus pemerasan yang menjadikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka, dinilai telah mencoreng lembaga antirasuah itu. Tak pelak, pimpinan KPK lainnya seperti Nurul Ghufron, Alexander Marwata, Johanis Tanak dan Nawawi Pomolango pun juga turut menjadi perbincangan. Ini dia adu rekam jejak 4 pimpinan KPK.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Firli Bahuri diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). hingga dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Firli Bahuri berhak mengelak dan membela diri jika dirinya tidak terlibat dalam kasus pemerasan itu.
Namun, sederet alat bukti yang berhasil dikumpulkan oleh penyidik membuat Firli tidak bisa mengelak. Dalam menangani kasusu ini polisi tentu saja tidak main-main. Apalagi orang yang saat ini dihadapinya merupakan mantan jenderal polisi yang sebelumnya memang kerap lolos dari pemeriksaan Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Saat awal pemilihan Firli sebagai ketua KPK pun publik memberikan respon yang beragam. Beberapa masyarakat mendukung penuh namun tak sedikit yang melakukan demo menolak ditunjuknya Firli sebagai ketua KPK. Adapun kalangan yang menolak tersebut sebagian besar berasal dari aktivis antikorupsi.
Kasus yang menjerat Firli ini pun tentu mencoreng nama baik KPK hingga membuat kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah itu menurun. Selain itu, rekam jejak deretan pimpinan KPK pun juga turut menjadi sorotan. Lantas seperti apa kinerja mereka selama di KPK?
Adu Rekam Jejak 4 Pimpinan KPK
Berikut ini adalah rekam jejak 4 pimpinan KPK sebelum Firli Bahuri, seperti Nurul Ghufron, Alexander Marwata, Johanis Tanak hingga Nawawi Pomolango. Siapa yang lebih unggul?
1. Nurul Ghufron
Nurul Ghufron adalh Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember. Pria kelahiran Sumenep, tanggal 22 September 1974 tersebut mengenyam pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri.
Baca Juga: KPK 'Ngamuk' Rajin OTT Semenjak Firli Masuk Pusaran Kasus Pemerasan, Ini Buktinya
Selesai menjalani pendidikan sarjana hukum di Universitas Jember, Ghufron lantas menempuh pendidikan magister hukum di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Kemudian, Nurul melanjutkan akademiknya dengan menempuh gelar doktoral di Universitas Padjajaran.
Nurul menjadi akademisi yang fokus menyoroti beberapa kasus pemberantasan korupsi antara lain dituangkan dalam karya-karya ilmiahnya. Ia kemudian terpilih menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023 dengan 51 suara ketika proses voting di DPR RI.
2. Alexander Marwata
Alexander Marwata merupakan s-satunya pimpinan KPK era Agus Rahardjo yang sampai saat ini masih bertahan. Sejak KPK berdiri pada tahun 2002 lalu, belum ada Pimpinan KPK petahana yang terpilih selama dua kali lewat proses pemilihan di DPR. Alexander mendapatkan 53 suara saat proses pemilihan selesai uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III.
Sebelum ditunjuk sebagai pimpinan KPK, pria kelahiran Klaten pada tanggal 26 Februari 1967 tersebut merupakan hakim ad hoc di Pengadilan Tipikor Jakarta sejak tahun 2012. Selain itu, Alexander juga pernah bekerja di Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) selama 1987-2011.
Latar belakang pendidikan Alexander merupakan lulusan S1 Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (UI), D IV jurusan akuntansi di STAN Jakarta. Sedangkan, pendidikan menengah Alexander yaitu di SMAN1 Yogyakarta (1983-1986) serta SMP Pangudi Luhur Klaten (1974-1980).
Tag
Berita Terkait
-
Harta Kekayaan Nawawi Pomolango: Mobil Cuma Satu, Utang Nol
-
Membandingkan Kekayaan Firli Bahuri Vs Nawawi Pomolango, Selisihnya Jauh!
-
KPK 'Ngamuk' Rajin OTT Semenjak Firli Masuk Pusaran Kasus Pemerasan, Ini Buktinya
-
Rentetan Kasus Besar yang Diselesaikan Nawawi Pomolongo, Ketua KPK Pengganti Firli Bahuri
-
Jejak Karier Penuh Prestasi Nawawi Pomolango, Firli Bahuri Minggir Dulu!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
APKASI Desak Pemerintah Hentikan Pemotongan Dana Daerah, Beban Kepala Daerah Makin Berat
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Spider-Man: Brand New Day, Pendewasaan Sang Pahlawan di Tengah Kesepian
-
Berapa Kilometer Jarak Tempuh Motor Listrik Murah? Cek Daftar Unit di Bawah Rp20 Juta Ini
-
Rekam Jejak Sudaryono: Mantan Ajudan Prabowo yang Kini Jadi Kepala BGN Baru
-
KPK Periksa Pengurus KUD di Kuansing, Pastikan Uang yang Dikembalikan Raja Juli
-
Beraksi di RS Buah Hati Pamulang, Tiga Pembobol ATM Ambruk Ditembak Polisi
-
Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran
-
Sudah Sepekan, Napi Kasus Narkoba Pekanbaru yang Kabur Belum Ditangkap
-
Bocoran Vivo S2 5G Ungkap Baterai Raksasa 7.050mAh dan Durabilitas Ekstrem IP69