Suara.com - Ketika mendengar nama eks Panglima TNI Jenderal (Purn.) Andika Perkasa, yang tergambar dalam pikiran seseorang yakni sosoknya gagah perkasa.
Terlebih, dirinya diketahui pernah menjabat sebagai Jenderal TNI. Maka kata ‘gagah’ dan ‘perkasa’ seperti sudah melekat dalam dirinya.
Namun, rupanya Andika Perkasa sempat minder sebab menggunakan kata ‘perkasa’ di dalam namanya. Dalam video singkat yang diunggah akun Instagram pribadinya, Andika Perkasa mengaku kalau dulu dirinya memiliki tubuh yang sangat kurus.
Oleh karena itu, menurut Andika Perkasa, kata ‘perkasa' yang ada pada namanya itu tidak sesuai dengan bentuk tubuhnya yang kurus saat itu.
Hanya saja, saat ini kata ‘perkasa’ dalam namanya sudah lebih cocok karena tubuhnya yang lebih berisi dibandingkan sebelumnya.
“Nama saya Perkasa, kurus pak, ekstrem, bener-bener gak pantes lah nama Perkasa, kalau sekarang lumayan lah,” ucap Andika Perkasa beberapa waktu lalu.
Diketahui, nama lengkap Andika Perkasa adalah Fransiskus Xaverius Emanuel Andika Perkasa. Namun, setelah memutuskan menjadi mualaf, dikabarkan dirinya mengganti nama menjadi ‘Muhammad Andika Perkasa’.
Sementara itu, melansir situs Namania, terkait nama ‘Perkasa’ sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki arti kuat dan tangguh.
Dalam bahasa Jawa, ‘Perkasa’ memiliki arti gagah berani. ‘Perkasa’ juga bentuk lain kata ‘Prakosa’ dalam bahasa Jawa yang berarti garang dan hebat.
Nah, pemberian nama Perkasa ini memang biasanya juga tidak sembarangan. Hal ini karena orang yang memiliki nama ‘Perkasa’ diharapkan menjadi sosok yang berbakat, cerdas, dan sangat kreatif. Mereka juga terkadang cerewet dan tahu caranya bersenang-senang.
Di samping itu, dalam studi numerologi, nama ’Perkasa’ mempunyai kepribadian berusaha secara praktis, berorientasi terhadap status, pencari kekuasaan, bertujuan pada materi.
Oleh sebab itu, Perkasa biasa berarti seseorang yang berambisi untuk bisa mendapatkan keinginannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang
-
Selat Hormuz Makin Panas Meski Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran
-
Saat Korban Pencurian Harus Mengingatkan Polisi Akan Tugasnya