Suara.com - Alshad Ahmad dan keluarga memiliki rumah mewah yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Tak main-main, harga rumah Alshad Ahmad kabarnya mencapai angka Rp300 miliar.
Sekarang rumah Alshad Ahmad tersebut sedang dalam proses dijual. Kira-kira, kenapa rumah Alshad Ahmad dijual? Ternyata uangnya akan dipakai untuk membuat proyek senilai ratusan miliar.
Alasan keluarga Alshad Ahmad menjual rumah mereka terungkap lewat video YouTube Alshad Ahmad TV. Semua dijabarkan oleh Alshad Ahmad dan sang ayah, Mansyur Ahmad.
Rupanya Alshad Ahmad dan keluarganya menjual rumah mewah karena ingin membangun kebun binatang. Jadi uang hasil menjual rumah tersebut akan digunakan sebagai modal.
Mansyur Ahmad sendiri mengaku sudah lama bercita-cita mengurus kebun binatang. Karena kebetulan punya modal, mertua Tarra Budiman itu pun mencoba membangun kebun binatang sendiri untuk diurus kelak.
"Karena alasan rumah ini dijual kenapa Pah?" tanya Alshad Ahmad, dikutip dari video YouTube pada Jumat (29/12/2023).
"Sebenarnya ada tujuan yang lain, antara lain karena pertimbangan Bapak, Alshad kebetulan mau bikin kebun binatang, senang dengan satwa liar. Ya Bapak dukung. Akhirnya makin bulat ini harus dilepas buat modal awal," jelas Mansyur Ahmad.
Nantinya Mansyur Ahmad akan ikut menjadi pengurus kebun binatang Alshad Ahmad. Dia akan memanfaatkan pengalamannya sebagai akuntan pajak untuk mengurus finansial kebun binatang sang anak.
"Bapak nanti akan ikut ngelola Shad," tutur Mansyur Ahmad.
Baca Juga: Gak Cuma Rumah Rp300 Miliar, Koleksi Mobil Keluarga Alshad Ahmad Sultan Bandung Juga Bikin Keder
"Aku personal Insya Allah paham memutar keuangannya. Papa kan dulu akuntan pajak dan juga MBA, jadi urusannya bisnis dan finance Papa bisa kepegang," imbuh Alshad Ahmad.
Alshad Ahmad mengatakan bahwa kebun binatang setidaknya membutuhkan lahan seluas minimal 10 hektar. Jika dianggap harga tanah termurah di Bandung adalah Rp1 juta per meter, butuh setidaknya Rp100 miliar hanya untuk membeli lahan saja.
Oleh karena itu, keluarga Alshad Ahmad mantap menjual rumah mewah mereka sebagai modal kebun binatang. Kelak mereka juga akan membangun penginapan di sekitar kebun binatang yang bisa dipakai oleh keluarga.
"Intinya, kebun binatang modal awalnya sangat besar. Karena apa guys? Tanah. Tanah kita minimal 10 hektar, ya 10 hektar ke atas kalau mau bagus," beber Alshad Ahmad lagi.
"Sekarang tanah di Bandung, di sekitar Bandung paling murah misalkan Rp1 juta per meter. 10 hektar (sudah) Rp100 miliar. Itu baru tanah belum pembangunan. Jadi ratusan miliar ini proyek besar dan gak main-main," imbuhnya.
Bukan sekadar bisnis, Alshad Ahmad menjadikan kebun binatang ini sebagai bentuk keseriusannya dalam dunia konservasi. Dia ingin ikut terlibat lebih jauh dalam konservai binatang di Indonesia, bahkan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci