Suara.com - Usai debat kedua Cawapres pada Minggu, 21 Januari 2024, perhatian publik tertuju pada Tsamara Amany, mantan politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia dituding membela Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming.
Seperti diketahui, Tsamara Amany, seorang politisi muda perempuan, dikenal sebagai pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran. Pada debat Cawapres tersebut, banyak warganet memberikan komentar bahwa Gibran Rakabuming kurang memiliki etika karena bersikap kurang sopan terhadap Mahfud MD.
Sebagai seorang pendukung, Tsamara Amany memberikan pembelaan terhadap Gibran melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, @TsamaraDKI.
"Kalau anak muda keras sedikit, dinilai tidak sopan. Kalau anak muda menyerang, dianggap tidak punya etika. Tapi kalau anak muda itu yang diserang? Semua menuntut agar ia diam, menerima, dan senyum saja. Baru ia dianggap santun. Adilkah?," demikian ucap Tsamara.
Unggahan itu langsung mendapat respons beragam dari warganet. Tidak sedikit juga yang kemudian penasaran dengan latar belakang Tsmara Amany termasuk pendidikannya.
Dirangkum dari berbagai sumber berikut ini pendidikan Tsamara Amany. Tsamara Amany Alatas, dikenal sebagai seorang politikus muda, pernah menjadi juru bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada tahun 2019.
Ia lahir di Jakarta pada 24 Juni 1996, merupakan putri dari Muhammad Abdurachman Alatas, seorang pengusaha pertambangan. Pada tahun yang sama, yaitu 2019, Tsamara menikah dengan Ismail Fajrie Alatas, seorang profesor dari New York University.
Sebelumnya, ia pernah menikah dengan seorang wartawan bernama Ismeth Alatas, tetapi pernikahan tersebut hanya bertahan dua tahun sejak 2015. Pada tahun 2016, ketika masih menjadi mahasiswa di Universitas Paramadina, Tsamara Amany menjadi staf magang Gubernur DKI, membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Tsamara juga mendirikan organisasi Perempuan Politik pada tahun yang sama dan kemudian diangkat sebagai Ketua DPP bidang eksternal PSI pada 2017. Pada tahun 2019, Tsamara menjadi juru bicara pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari beberapa daerah pemilihan, namun tidak berhasil.
Baca Juga: Bikin Adem, Momen Mahfud MD Terima Permintaan Maaf Gibran Usai Kena Gimmick di Debat Cawapres
Setahun kemudian, Tsamara memutuskan untuk melanjutkan pendidikan master di bidang Public Policy & Media Studies di New York University dengan beasiswa Fulbright. Ia menyelesaikan pendidikan masternya pada Desember 2022. Pada Agustus 2022, Tsamara resmi menjabat sebagai CEO Altsa Kreatif setelah melepaskan jabatannya di PSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan