Suara.com - Momen umrah Titi Kamal bersama Christian Sugiono masih terus menjadi sorotan netizen Kini, dalam foto terbaru yang diunggah di Instagram, terlihat keduanya telah berada di Mekkah untuk menjalani ibadah umrah.
Titi Kamal memperlihatkan momen di mana dirinya berada di dalam Masjidil Haram dan memotret Ka'bah dalam jarak dekat. Pada foto lainnya, bintang film Ada Apa dengan Cinta? tersebut juga memotret sang suami saat tengah menikmati sajian di sebuah restoran di pelataran Masjidil Haram.
Namun saat itu, Christian Sugiono tampak tak mengenakan baju ihram melainkan kemeja kotak-kotak putih. Ayah dua anak tersebut tampak meminum minuman di sebuah cangkir dengan pandangan ke arah jendela.
Momen Christian Sugiono mendampingi Titi Kamal umrah ini pun menimbulkan berbagai komentar. Tak sedikit yang masih bertanya-tanya tentang agama pria 42 tahun tersebut.
Namun sebagian orang menganggap jika Christiam Sugiono sudah menjadi mualaf, sebab ia bisa memasuki Kota Suci Mekkah yang terlarang bagi non-muslim.
"Christian udah mualaf ya? Ketinggalan info nih," komentar seorang warganet.
"Gue kira mereka nikahnya beda agama, jadi masing-masing gitu. Baru tau," komentar warganet lain.
"Kayaknya udah pernah dulu liat di Twitter gitu katanya emang udah ikut agama istri," timpal salah satu warganet.
"Kalo masih Kristen nggak bisa masuk ke Madinah dan Mekkah. Namanya tanah harom selain Islam nggak bisa masuk nggak akan terbit visa kecuali nyolong," tambah warganet yang berbeda.
Baca Juga: Intip Potret Cantik Titi Kamal Kunjungi Jabal Nur Saat Umrah, Christian Sugiono Pakai Gamis Panjang!
Seperti diketahui, dalam Al-Quran Allah SWT melarang non-muslim untuk menginjakkan kaki di kota tersebut yang tertulis dalam Surat At-Taubah ayat ke-28.
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Larangan ini juga dibuat untuk menjaga kesucian Masjidil Haram. Jika Mekkah dan Madinah menjadi area bebas masuk dan dijadikan tempat wisata, maka dikhawatirkan juga memicu ketidakkondusifan. Ini akan mengganggu kesungguhan dalam beribadah atau bahkan ibadah haji dan umrah.
Apa hukuman yang akan diberikan untuk non-muslim yang nekat datang ke Makkah?
Dilansir dari Arab News, bagi umat non-Muslim yang kedapatan menerobos masuk ke Mekkah dan Madinah, mereka akan ditangkap pihak berwenang dan diinterogasi. Ada juga beberapa kasus yang masuk ke pengadilan hingga hakim memvonis hukuman berdasarkan hasil penyelidikan motif para penyusup.
Hukuman akan diberikan sesuai dengan maksud dan niat orang tersebut. Jika para penyusup itu kedapatan berhubungan dengan organisasi teroris, ganjaran yang akan dikenakan yakni hukuman mati. Eksekusi mati merupakan tingkat hukuman maksimal di Arab Saudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan