Suara.com - Kehadiran mantan Menteri Kesehatan, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Terawan Agus Putranto di ronde kelima debat capres, Minggu (4/2/2024) meninggalkan pertanyaan besar.
Pasalnya, Terawan turut hadir di jajaran tim yang mendampingi pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Publik menduga bahwa Terawan hadir di ajang tersebut untuk mendampingi Prabowo sebagai dokter pribadinya selagi sang capres dinilai sedang tidak di masa primanya.
"Prabowo kelelahan saat debat. Kasihan iya, usia memang tidak bisa dibohongi. Untung dr. Terawan Agus Putranto Sp.Rad (K), ada disana," contoh cuitan warganet di media sosial X yang menyinggung kesehatan Prabowo.
Tak heran Prabowo 'menggandeng' Terawan. Sebab jejak Terawan terbilang mentereng lantaran dirinya sempat didapuk sebagai Menteri Kesehatan meski dirundung banyak kontroversi kala menjabat.
Terawan: Radiolog kontroversial didepak dari IDI
Sepanjang kariernya, Terawan kerap mendulang kontroversi atas cara dia menyembuhkan dan merawat pasien dengan cara yang tak konvensional.
Kendati demikian, Terawan mengantongi segudang jabatan bergengsi. Tamatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut mengambil spesialisasi radiologi.
Terawan juga masuk ke dalam tubuh militer sebagai dokter militer. Ia menyelesaikan pendidikan Sepamilwa ABRI pada tahun 1990.
Baca Juga: Dulu Ledek Anies Habis-habisan, Nikita Mirzani Kini Merasa Dikucilkan di Kubu Prabowo?
Ia juga didapuk menjadi profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang kedokteran militer dari Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia sejak tahun 2022.
Usai bergabung di TNI, Terawan banyak mendampingi para prajurit Angkatan Darat di berbagai daerah seperti Lombok, dan Jakarta.
Berkat kiprahnya, Terawan dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.
Terawan juga sempat masuk ke kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kesehatan namun hanya untuk waktu singkat.
Dicopotnya Terawan dari Menkes tak terlepas lantaran ia terseret segudang kontroversi, termasuk soal metode 'Cuci otak.'
Berkat metode tersebut, Terawan berakhir didepak dari keanggotaannya di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pencopotan keanggotaan tersebut membuatnya tidak dapat lagi menjalankan praktik medis.
Berita Terkait
-
Dulu Ledek Anies Habis-habisan, Nikita Mirzani Kini Merasa Dikucilkan di Kubu Prabowo?
-
Momen Nagita Slavina, Annisa Pohan, dan Grace Natalie Ngomongin Debat Capres: Elegan Banget!
-
Pagi-pagi Ngeteh di Rumah SBY: Gibran Girang Diberi Wejangan Biar Menang Pemilu, Begini Isinya!
-
Sowan ke Cikeas, AHY Bocorkan Isi Obrolan Gibran dan SBY
-
Jokowi di Pilpres 2019: Kemiskinan Satu Digit, Prabowo di Pilpres 2024: Musuh Kita Kelaparan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan