Suara.com - Pembesaran payudara lelaki alias ginekomastia kerap membuat seseorang tidak percaya diri, terlebih mereka dengan berat badan berlebih. Lantas gimana solusinya?
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Edward, M.Biomed (AAM) menjelaskan ginekomastia membuat kebanyakan penampilan lelaki jadi tidak percaya diri, karena penumpukan lemak di bagian dada, sehingga cenderung menonjol saat menggunakan pakaian.
“Itu sebenarnya penumpukan lemak pada lelaki di bagian dada, jadi bahasa inggrisnya men boob bahasa medisnya ginekomastia, biasanya faktornya ketidak seimbangan di tubuh,” ujar dr. Edward melalui rilis yang diterima suara.com, Jumat (23/2/2024).
Maksud ketidakseimbangan hormon yaitu hormon estrogen yang mayoritas lebih banyak di perempuan ada di tubuh lelaki, yang akhirnya membuat komposisi lemak pada lelaki lebih tinggi, khususnya di bagian payudara.
“Itu kebanyakan genetik dan juga hormonal, hormon estrogen yang terlalu tinggi pada lelaki itu biasanya bisa,” jelas owner Flawless Klinik, Medan itu.
Selain hormonal, ada juga beberapa penyebab ginekomastia yang membuat lelaki tidak percaya diri saat melepas pakaian, karena payudaranya yang menonjol. Salah satunya dipengaruhi faktor pola makan tinggi lemak.
“Pola makan yang kadar lemaknya tinggi atau kalorinya tinggi, kebanyakan makanan junk food ada hormonnya kadang kan, kalorinya juga tinggi dan lemaknya sangat tinggi,” papar dr. Edward.
Ia menambahkan, kondisi ginekomastia bisa diatasi dengan pola hidup sehat termasuk berolahraga khususnya angkat beban yang bisa melatih otot dada, sehingga mengurangi kadar lemak yang tinggi di bagian payudara lelaki.
Selain itu ada juga tindakan pembekuan lemak atau cryolipolysis yang bisa mematikan sel lemak secara instan dan cepat, yaitu tindakan non invasif dengan cara lemak dibekukan pada suhu tertentu, lalu dikeluarkan tubuh dalam bentuk keringat, urine atau proses metabolisme tubuh lainnya.
“(Dengan pembekuan lemak) satu bulan sudah bisa melihat hasilnya dengan satu kali pengerjaan, pasien kurang lebih pengulangannya satu bulan, kalau pengulangan 1 sampai 2 bulan,” pungkas dr. Edward.
Tanda-tanda ginekomastia
Melansir Hello Sehat, ginekomastia bisa terjadi dan semakin membesar ukurannya seiring bertambahnya usia. Berikut ini tanda-tanda ginekomastia yang bisa dikenali:
- Adanya benjolan pada payudara lelaki, terutama bagian puting yang dapat dirasakan dengan tangan.
- Payudara meradang.
- Sedikit rasa sakit pada payudara (tidak dominan).
- Puting terasa lebih sensitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara