Suara.com - Menonton Drama Korea selama berpuasa memang bisa membuat lupa waktu. Hal ini tentu sangat pas jika dinikmati sambil menunggu waktu maghrib tiba.
Lalu bagaimana hukumnya menonton drama selama berpuasa?
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftahul Huda menjelaskan menonton film hukumnya mubah atau boleh. Namun tentu dengan jalan cerita, adegan, serta pakaian yang tidak menyalahi syariat.
Kendati demikian, menonton drama sepanjang berpuasa bisa saja menimbulkan dosa. Muftahul Huda menjelaskan bahwa menonton drama atau film bisa menjadi dosa jika membuat seorang Muslim melupakan tugas dan kewajibannya.
Kiai Miftah menekankan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keutamaan. Hal ini menurutnya sangat disayangkan jika berpuasa hanya dilewatkan dengan menonton drama saja.
Menurut Kyai Miftah, saat Ramadan sepatutnya seorang Muslim memperbanyak ibadah karena pahalanya berlipat ganda.
Pada bulan suci tersebut, bahkan pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ketika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Setan dirantai." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadist tersebut merupakan dorongan agar setiap Muslim senantiasa meningkatkan amal ibadah selama bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Momen Kocak Remaja Masjid Rebutan Takjik Hingga Air Mineral, Endingnya Bikin Ngakak
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan