Suara.com - Tukul Arwana pernah menjadi komedian dan pembawa acara paling top di Indonesia. Namun penyakit stroke yang menyerang Tukul beberapa waktu lalu membuatnya tak lagi bisa muncul di televisi.
Sebagai pengingat, Tukul dilarikan ke rumah sakit karena stroke dan perdarahan otak pada November 2021. Kondisinya sempat naik dan turun selama 3 tahun masa perawatan, tetapi belakangan keadaan Tukul sudah berangsur membaik.
Baru-baru inilah Tukul kembali ke layar kaca, yakni dengan menjadi tamu di program televisi Raffi Ahmad. Bahkan Vega Darwanti yang pernah menjadi partner Tukul di program bincang-bincangnya dahulu turut didatangkan.
Penampilan Tukul yang dinilai sudah lebih baik pun membuat banyak orang terharu. Tidak sedikit yang mendoakan supaya komedian bernama asli Tukul Riyanto itu agar segera pulih dan kembali menghibur masyarakat Indonesia.
Tentu kondisi Tukul sekarang jauh berbeda dengan masa-masa kejayaannya dahulu. Pelawak kelahiran 16 Oktober 1963 itu pernah merajai rating program televisi sehingga membuatnya diganjar dengan bayaran mahal untuk tampil di setiap episode.
Lewat obrolannya dengan Hotman Paris Hutapea beberapa waktu lalu, Tukul mengaku bisa mendapatkan honor dua digit per episode penampilannya. “Paling besar Rp50 juta per episode,” ungkap Tukul pada tahun 2018 silam.
Namun tentu saja perlu perjalanan panjang dan terjal untuk Tukul bisa mencapai kejayaannya. Sebab di masa lalu, komedian yang menjadi bintang video klip lagu Joshua Suherman itu pernah mendapatkan honor sebesar Rp1,5 juta.
Tukul pun mengelola pendapatannya bersama sang istri, termasuk untuk membuka usaha. Bisnis properti berupa persewaan kontrakan itu yang menjadi sumber penghasilan Tukul, bahkan ketika dirinya sedang sakit akibat stroke.
Tak main-main, Tukul memiliki setidaknya 200 kamar kontrakan yang berada di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Dikabarkan Tukul bisa meraup hingga setengah miliar Rupiah alias Rp500 juta per bulan hanya dari bisnis kos-kosannya tersebut.
Berita Terkait
-
Berkaca-kaca Ketemu Tukul Arwana, Sikap Raffi Ahmad Ramai Disorot: Makin Ngerti Kenapa Rezekinya Ngalir Deras
-
Tukul Arwana Hadiri Acara TV, Unggahan Terakhir 3 Tahun Lalu Diserbu Komentar Ini
-
Momen Tukul di Acara TV usai Sakit, Lempar Senyum-Goyang Kepala Ikuti Alunan Musik
-
9 Potret Terbaru Tukul Arwana Jadi Bintang Tamu di Televisi, Pertama Kali Muncul Setelah 3 Tahun Terkena Stroke
-
Baru Syuting Lagi, Tukul Arwana Diledek Vega Darwanti: Mas Tukul Pasti Marah Nih
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
APKASI Desak Pemerintah Hentikan Pemotongan Dana Daerah, Beban Kepala Daerah Makin Berat