Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memberikan klarifikasi terkait kontroversi iuran tabungan perumahan rakyat (Tapera). Menurutnya, fungsi iuran Tapera itu berbentuk tabungan dan tidak akan hilang.
Kepastian ini diucapkan Moeldoko saat berbicang dengan Kiky Saputri. Diskusi keduanya yang diwarnai roasting ini diunggah di akun YouTube Kiky Saputri Official.
Dalam video, komika asal Garut ini awalnya menanyakan terkait kontroversi iuran Tapera. Kiky mengaku sedih jika gajinya ikut dipotong untuk Tapera.
"Waktu kebijakan tapera, berarti bapak tidak ikut campur? Saya sedih itu pak, (gaji) dipotong (untuk iuran Tapera)," kata Kiky Saputri dalam video seperti dikutip Suara.com, Selasa (16/7/2024).
Moeldoko lantas menjawab bahwa gaji dipotong itu demi masa depan. Mendengar itu, Kiky tidak setuju. Menurutnya, gaji dipotong buat Tapera itu ditujukan bagi masa depan orang lain, bukan diri sendiri.
"Tapi kan (gaji) dipotong untuk masa depan," jawab Moeldoko.
"Masa depan orang lain pak," sahut Kiky.
Moeldoko langsung membantah pernyataan Kiky. Ia menyebut Tapera adalah bentuk tabungan, bukan sekadar iuran yang bisa hilang.
"Tidak juga, karena itu, itu jangan salah. Itu (Tapera) bukan iuran, itu adalah tabungan. Maknanya, kalau itu tabungan, itu akan ada kita ambil di depannya. Tapi kalau iuran bisa-bisa itu hilang barangnya," jelas Moeldoko.
Baca Juga: Kiky Saputri Sebut Moeldoko Sugar Daddy-ku: Om Apartemennya Jangan Lupa
Moeldoko melanjutkan, hasil tabungan Tapera bisa diambil dan tidak harus dibelikan rumah, khususnya bagi masyarakat yang sudah memiliki rumah.
Hasil tabungan Tapera, kata Moeldoko, bisa dipakai untuk renovasi rumah. Bahkan untuk mempercantik diri sendiri juga bisa.
"Ini tabungan. Jadi kalau kamu sudah punya rumah, ya enggak harus dibelikan rumah. Kalau bisa uangnya itu diambil untuk perbaikan rumah atau untuk mempercantik kamu sendiri kan begitu," tambah Moeldoko.
Dalam kesempatan ini, Moeldoko juga menjelaskan alasan pemerintah bakal meluncurkan program Tapera bagi masyarakat luas. Penyebabnya tak lain karena banyak masyarakat yang masih belum memiliki rumah.
"Pemerintah memikirkan, saat ini itu (rakyat) yang belum punya rumah itu jumlahnya besar sekali. Padahal, inflasi di sektor perumahan itu cepat tinggi. Ini jika tidak dimulai mengumpulkan uang untuk masa depan, (harga rumah) semakin tidak terjangkau," pungkas Moeldoko.
Berita Terkait
-
Kiky Saputri Sebut Moeldoko Sugar Daddy-ku: Om Apartemennya Jangan Lupa
-
Masuk Istana Negara, Kiky Saputri Bongkar Isinya: Pantes Pada Pingin Dua Periode
-
Colek Kapolri Listyo Sigit, Kiky Saputri Viralkan Dugaan Polisi Bekingi Bandar Narkoba di Jambi
-
Kiky Saputri Sindir Kasus Korupsi Timah Rp271 T yang Tak Kunjung Selesai: Takut Ketutup Kasus Lain!
-
Demi Percepatan Kebijakan Satu Peta, KSP Moeldoko Minta Kementerian/Lembaga Tak Ego Sektoral
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Condovilla, Pilihan Hunian Baru Anak Kota yang Nyaman dan Punya Nilai Lebih
-
5 Rekomendasi Sepatu dengan Bantalan Empuk, Cocok untuk Lansia Nyeri Lutut
-
Lansia Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Cek Rekomendasi yang Empuk Anti Nyeri Sendi
-
5 Bedak Padat Mengandung SPF, Lindungi Wajah dari Bahaya Fatal Sinar UV
-
CPNS 2026 Dibuka Kapan? Simak Informasi Terkini dan Prediksi Jadwalnya.
-
5 Salep Pereda Nyeri Sendi di Apotek, Cocok untuk Lansia yang Sering Sakit Lutut
-
5 Rekomendasi Panci Presto Anti Lengket dan Hemat Gas, Harga Terjangkau
-
5 Bedak Translucent yang Bagus dan Murah untuk Mengunci Makeup dengan Sempurna
-
Urutan Skincare Pagi dan Malam untuk Flek Hitam Usia 50-an, Harga Murah Meriah
-
5 Sepatu Gunung Lokal yang Lebih Murah dari Salomon, Kualitas Tak Kalah Premium