Suara.com - Fujianti Utami atau Fuji membantah bahwa dirinya merupakan keturunan bangsawan. Isu ini beredar karena gelar yang disandang ayahnya, Haji Faisal.
Fakta ini diungkap Fuji saat menjadi bintang tamu acara Trik Talk dilansir Suara.com pada Jumat (2/8/2024). Fuji ditanya mengenai kebenaran isu keturunan bangsawan tersebut.
"Mitos tau fakta: Fuji ternyata turunan bangsawan dari Haji Faisal dan Haji Dewi? Fuji merupakan keturunan bangsawan dari papanya yang merupakan Datuk di Sumatera Barat?" tanya Umi yang menjadi co-host di acara tersebut.
"Mitos," jawab Fuji tegas.
Ia membenarkan bahwa ayahnya memiliki gelar Datuk, tapi menurut Fuji gelar yang disandang Haji Faisal tersebut bukan berarti keluarganya adalah bangsawan.
"Bukan bangsawan itu. Aku juga nggak ngerti Datuk itu apa tapi itu gelar di Padang, tapi bukan bangsawan," jelas Fuji.
Jawaban Fuji ini lantas mendapat beragam komentar warganet. Sikap jujur Fuji tak mengagungkan gelar keluarganya ini mendapat pujian. Namun ada pula yang meluruskan mengenai arti gelar Datuk di Sumatera Barat.
"Aku ibu-ibu suka anak gadis ini, apa adanya, polos, nggak pencitraan, dan begitulah aslinya anaknya nggak berusaha cari simpati," tulis netizen.
"Tapi yang aku salut dari Fuji ini dia selalu ngomong apa adanya, nggak munafik, jujur-jujur aja dia ngomong," imbuh netizen lain.
Baca Juga: Fuji Bongkar Tipe Cowok Idamannya, Eldyn Yusuf Masuk Kriteria?
"Padahal gelar datuk itu memang bangsawan Minang, karena itu gelar keturunan. Datuk itu pemimpin sebuah suku di Minangkabau. Tapi gelar datuk itu tidak turun ke anak, tapi ke ponakan anak saudara perempuan," komentar netizen.
Menyadur dari situs pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, gelar Datuk adalah sebuah gelar adat di suku Minangkabau. Gelar Datuk diberikan kepada seseorang atas kesepakatan suku atau kaum yang disetujui melalui rapat adat dan pemuka adat, biasanya dilakukan melalui Kerapatan Adat Nagari.
Untuk menyandangkan gelar ini, seseorang harus melakukan serangkaian upacara adat yang disebut malewakan gala. Tradisi ini dilakukan dengan memotong seekor kerbau dan mengadakan jamuan.
Ketika seseorang sudah menyandang gelar Datuk, ia sudah bisa disamakan dengan pemimpin suatu kaum atau suku. Namun terkadang gelar Datuk juga bisa diberikan sebagai tanda kehormatan saja.
Berita Terkait
-
Potret Before vs After Rumah Baru Fuji: dari Mentah Jadi Mewah, Tuai Decak Kagum
-
Potret Fuji sedang Khusyuk Salat, Publik Perdebatkan soal Eyelash Extension
-
Apa Arti Green Flag? Viral di TikTok Gegara Fuji Puji Raffi Ahmad
-
Fuji Bongkar Tipe Cowok Idamannya, Eldyn Yusuf Masuk Kriteria?
-
Diam-diam Kirim Bantuan untuk Anak-anak Papua, Fuji Tuai Acungan Jempol: Gak Perlu Pujian
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard