Suara.com - Ada sebuah pemandangan yang tak biasa di Times Square, New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Wajah salah satu politikus Indonesia nampak muncul di salah satu billboard, di tengah gemerlap kota tersebut.
Politikus itu adalah Zulkifli Hasan. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu nampak tersenyum sambil mengenakan jas biru, warna khas partai politik itu.
Ternyata itu adalah iklan PAN yang ditayangkan di Times Square. Iklan tersebut sekaligus bersamaan dengan perhelatan Kongres ke-6 PAN yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 23-24 Agustus 2024.
Penggalan video tayangnya iklan PAN di Times Square diunggah di akun Instagram resmi partai itu, yakni @amanatnasional, pada Senin (19/8/2024).
“Wow wow udah sampe Times Square,” tulis akun tersebut.
Pada saat artikel ini ditulis, unggahan itu telah mendapatkan lebih dari 6 ribu tanda suka dan 326 warganet telah mampir di kolom komentar.
“TOP PAN goes to New York,” tulis salah satu warganet.
Di samping komentar yang bernada pujian itu, ada juga warganet yang mempertanyakan maksud dan tujuan PAN memasang iklan tersebut. Selain itu, publik juga penasaran dengan biaya pemasangan iklan di Times Square.
Biaya Iklan di Times Square
Baca Juga: Tegas! Zulhas Sebut Reshuffle Hak Prerogratif Presiden, Bukan Urusan Partai
Sudah sejak lama Times Square menjadi salah satu wilayah paling ikonik di Kota New York. Kawasan tersebut penuh dengan gemerlap lampu billboard dan keriuhan orang-orang.
Bicara soal biaya, memasang iklan di kawasan itu memang tidak murah. Siapapun yang ingin iklannya terpampang disana, harus merogoh kocek cukup dalam.
Melansir laman The Quint, pada 1 Agustus 2020, tarif pemasangan iklan di Times Square berkisar antara 1,1 hingga 4 juta dollar Amerika Serikat per tahun. Jika dirupiahkan, angka itu setara dengan Rp15,7 miliar sampai dengan Rp57,2 miliar per tahun.
Tak hanya itu, sebuah billboard di sana diperkirakan dipatok dengan harga antara 5 hingga 50 ribu dollar Amerika Serikat atau Rp71,5 juta hingga Rp715,5 juta per hari.
Dengan begitu, siapapun yang ingin beriklan di papan iklan terbesar di Times Square, dalam sebulan ia harus merogoh kocek lebih dari 3 juta dollar Amerika Serikat, atau sekitar Rp42,9 miliar sebulan.
Meski biaya pasang iklan di Times Square terbilang tinggi, kawasan itu tetap jadi primadona, sebab setiap harinya rata-rata dilalui 11 ribu pengemudi dan pengguna transportasi.
Tak hanya itu, dalam sehari diperkirakan ada 380 ribu pejalan kaki yang melintasi kawasan itu, dan meningkat menjadi 460 ribu orang pada hari sibuk.
Dengan begitu, setiap harinya iklan yang dipasang di Times Square bisa mendapatkan 1,5 juta impresi.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Sudah Ada Logo PKS-PKB di Lokasi Acara, Ridwan Kamil-Suswono Akan Dideklarasikan Sore Ini untuk Pilgub Jakarta
-
Tegas! Zulhas Sebut Reshuffle Hak Prerogratif Presiden, Bukan Urusan Partai
-
Zulhas Soal Usulan Kaesang Maju Pilkada Jakarta: Bukan Mau Jokowi, Saya Yang Minta
-
Bukan Jakarta, Zulhas Bujuk Kaesang Taklukkan Jateng di Pilkada, Ini Alasannya!
-
Zulhas: KIM Sepakat Usul RK di Jakarta, KIM Plus yang Belum Bicara
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas