Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi yang diduga untuk keperluan mengikuti Pilkada Serentak 2024-2029.
Dalam perkara yang diawali melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, penyidik menyita catatan keluar masuk uang hasil penggalangan dana kampanye untuk tersangka Rohidin serta uang senilai Rp7 miliar dalam pecahan mata uang Rupiah, Dollar Amerika Serikat, dan Dollar Singapura.
Kasus ini semakin menuai sorotan karena beredarnya video ketika Rohidin dibawa KPK. Pasalnya alih-alih memakai rompi oranye khas tersangka KPK, Cagub petahana Bengkulu itu disamarkan menjadi Polantas.
Dilihat di tayangan akun X @/tijabar, pria diduga Rohidin tampak digiring meninggalkan mobil oleh sejumlah petugas penegak hukum. Tampak pria itu memakai seragam polisi berwarna hijau neon, bahkan lengkap dengan topi dinasnya, seolah merupakan seorang Polantas.
"Gubernur Bengkulu Kena OTT, Disamarkan Jadi Polantas Saat Dibawa KPK... Gimana konsepnya KPK ini... dipakein baju tahanan dong," cuit @/tijabar, dikutip pada Senin (25/11/2024).
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa kamuflase dilakukan karena simpatisan Rohidin yang sempat mengepung Polrestabes Bengkulu yang dijadikan lokasi pemeriksaan.
Pengepungan konon dilakukan saat KPK akan membawa 8 orang yang terjerat OTT KPK ke Jakarta. Demi melindungi termasuk para personel KPK, akhirnya Rohidin dipakaikan pakaian polisi agar bisa langsung dibawa ke Jakarta.
"Yang paling dicari adalah Pak RM, makanya itu kemudian dipinjamkan lah rompinya, di sana, dalam rangka tadi kamuflase supaya tidak menjadi sasaran dari orang-orang yang ada di situ," jelas Asep di Gedung Merah Putih KPK, Minggu (24/11/2024).
"Setelah itu, sampai di sini mungkin rekan-rekan kan lihat, tidak menggunakan lagi kan, tidak menggunakan lagi. Jadi, itu dalam rangka kamuflase saja, seperti itu," lanjutnya.
Baca Juga: Terjaring OTT KPK H-3 Pencoblosan, Rohidin Mersyah Tetap Pede Menang Pilkada Bengkulu
Harta Kekayaan Rohidin Mersyah
Terjerat OTT KPK sampai sempat disamarkan sebagai Polantas, seberapa banyak harta kekayaan Rohidin Mersyah?
Melansir LHKPN yang dilaporkan pada 21 Maret 2024, Rohidin mengaku memiliki harta kekayaan sebanyak Rp4,1 miliar tanpa utang sepeser pun.
Politisi Partai Golkar itu mengaku menyimpan sebanyak Rp2,6 miliar hartanya dalam bentuk tanah dan bangunan yang tersebar di Bengkulu. Lima unit aset ini diakui sebagai hasil sendiri.
Lalu Rohidin memiliki sebuah mobil dan 2 unit sepeda motor senilai total Rp279 juta. Rohidin juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya sebanyak Rp265 juta, serta kas dan setara kas sebanyak Rp956,06 juta.
Berita Terkait
-
Terungkap dari Bukti Chatting, KPK Sebut Rohidin Mersyah 'Palak' Anak Buah Kumpulkan Duit Buat Ongkos Pilgub Bengkulu
-
Terjaring OTT KPK, Rohidin Mersyah Beri Pesan untuk Warga Bengkulu Jelang Hari Pemungutan Suara
-
Sekda Bengkulu dan Ajudan Rohidin Mersyah Jadi Tersangka Korupsi Pemerasan-Gratifikasi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim