Suara.com - Imlek atau Tahun Baru Cina merupakan salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Momen ini dirayakan dengan penuh kebahagiaan, semangat kebersamaan, serta berbagai macam tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Salah satu elemen yang tidak pernah terlewatkan dalam perayaan Imlek adalah warna merah. Mulai dari lampion, amplop angpao, pakaian, hingga dekorasi rumah, warna merah memang selalu mendominasi suasana perayaan. Namun, apa sebenarnya makna dari warna merah dalam tradisi Imlek? Cari tahu melalui ulasan di bawah ini, yuk!
Makna Warna Merah Imlek
Warna merah diyakini mampu membawa energi positif dan keberkahan bagi siapa saja yang menggunakannya. Tidak heran, merah menjadi warna utama yang mendominasi setiap elemen dalam perayaan Imlek. Makna warna merah dalam perayaan Imlek juga erat kaitannya dengan legenda Nian, yang merupakan sebuah cerita rakyat yang sering dikisahkan selama perayaan ini.
Kemudian, merah juga diasosiasikan dengan kesuksesan dan kemakmuran dalam tradisi Tionghoa. Amplop merah atau angpao yang diberikan saat Imlek, misalnya, melambangkan harapan akan rezeki yang melimpah dan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Tidak hanya melambangkan keberuntungan dan perlindungan saja, warna merah juga memiliki makna yang lebih mendalam dalam hal hubungan sosial. Pada saat perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa berkumpul dengan keluarga besar, sahabat, dan kerabat untuk merayakan momen penuh kebahagiaan ini. Nah, warna merah yang mendominasi suasana perayaan mampu menciptakan nuansa hangat dan harmonis, sehingga mempererat hubungan antarindividu.
Lalu dalam ilmu feng shui, warna merah mewakili elemen api yang melambangkan energi, keberanian, dan transformasi. Elemen ini dianggap mampu mengusir hal-hal negatif sekaligus meningkatkan semangat hidup. Itulah mengapa, dekorasi merah dalam perayaan Imlek tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga dianggap dapat memperbaiki energi dalam rumah dan lingkungan sekitar.
Menurut prinsip feng shui, warna merah juga dipercaya mampu menarik kekayaan dan kesuksesan. Banyak orang yang sengaja mengenakan pakaian merah atau menggunakan aksesori berwarna merah selama Imlek sebagai cara untuk meningkatkan peluang baik di tahun yang baru.
Sekarang Anda tentu sudah lebih paham, apa makna warna merah Imlek. Tahun 2025 ini, Hari Raya Imlek adalah shio Ular Kayu yang melambangkan simbol kecerdikan, kebijaksanaan, dan kemampuan beradaptasi. Sementara itu, unsur kayu menunjukkan lambang pertumbuhan, pembaruan, dan kreativitas. Selamat merayakan Imlek 2025!
Baca Juga: Ramalan Shio 2025: Tikus Berjaya, Kerbau Harus Hemat!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
-
Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya
-
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Pencegahannya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda