Suara.com - Sedang hamil tak membuat Aaliyah Massaid gagal tampil cantik di pernikahan sang sahabat, Tyas, pada Sabtu (22/2/2025). Istri Thariq Halilintar itu berhasil menemukan perpaduan yang cocok untuk dipakai saat hamil.
Dilihat dari unggahan di media sosial, Aaliyah Massaid memilih model kebaya janggan dan modern yang begitu cantik. Dua model kebaya ini rupanya membuat penampilan Aaliyah sebagai ibu hamil tetap menawan.
Aaliyah juga tak ragu untuk memadukan busananya dengan high heels alias sepatu hak tinggi. Namun, menantu keluarga Gen Halilintar itu tentu tidak memilih hak yang terlalu tinggi agar tetap aman dan nyaman dipakai saat hamil.
Gaya Aaliyah Massaid yang terlihat memakai sepatu hak tinggi saat hamil berhasil mencuri perhatian. Lantas, apa saja tips agar tetap aman dan nyaman memakai high heels saat hamil seperti Aaliyah Massaid?
Tips Aman dan Nyaman Pakai High Heels saat Hamil
Dokter Obgyn dari Rumah Sakit Yayasan Sir HN Reliance Hospital Mumbai, Dr. Ashwin Shetty, mengatakan dalam artikel di laman onlymyhealth.com bahwa sebaiknya ibu hamil tidak memakai high heels.
Tapi jika memang terpaksa harus memakai high heels saat hamil, Dr. Ashwin Shetty membagikan beberapa tips agar ibu tetap aman dan nyaman:
- Pilih sepatu hak yang tingginya tidak lebih dari 2 inci atau sekitar 5 cm
- Pilihlah sepatu yang alas haknya lebar agar keseimbangan dan stabilitasnya terjaga dengan baik
- Pastikan sepatu hak Anda memiliki penyangga lengkung (bagian tengah telapak kaki) yang empuk dan memadai untuk mencegah nyeri kaki dan kelelahan.
- Jangan terlalu lama memakai sepatu hak tinggi
- Bawa sepatu flat untuk jaga-jaga apabila kaki terasa tidak nyaman
- Agar lebih aman, konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk memakai sepatu hak tinggi saat hamil agar terhindar dari risiko
Lebih lanjut, Dr. Ashwin Shetty mengingatkan ibu hamil agar tidak memakai sepatu hak tinggi saat usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua dan ketiga. Akan lebih baik apabila ibu hamil memakai alas kaki lain yang lebih nyaman.
"Trimester kedua dan ketiga adalah masa paling berisiko bagi ibu hamil karena berat badan bertambah dan terjadi perubahan keseimbangan," jelas Dr. Ashwin Shetty, dilansir pada Minggu (23/2/2025).
Baca Juga: Diisukan Tak Jadi Mantu Kesayangan Geni Faruk, Aurel Hermansyah Beri Balasan Berkelas
"Selain itu, ibu hamil mungkin berisiko lebih tinggi mengalami pembengkakan dan kelelahan di pagi dan malam hari. Pada masa-masa ini, penting untuk memilih sepatu yang pas dan nyaman," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim