Suara.com - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan anggota TNI aktif untuk pensiun jika ingin terjun ke dunia politik. Tak asal bicara, SBY begitu vokal dan menjunjung tinggi aturan anti tersebut. Terbukti, anak pertamanya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) rela meninggalkan jabatan mentereng di TNI demi berpolitik.
Pernyataan SBY ini disampaikan saat berkumpul dengan 38 Ketua DPD Demokrat di kediamannya di Cikeas, Bogor pada Minggu (23/2/2025). SBY pun menyinggung soal kehidupan TNI dan politik era reformasi dahulu.
"Waktu saya masih aktif di militer dalam semangat reformasi, TNI aktif itu tabu untuk memasuki dunia politik. Kalau masih jadi jenderal aktif jangan berpolitik, kalau mau berpolitik ya pensiun (dari militer)," tutur SBY.
"Oleh karena itu, Ketua Umum AHY dan beberapa mantan perwira militer yang karirnya dulu sudah cemerlang, ketika memilih untuk pindah pengabdian dari dunia militer ke dunia pemerintahan atau politik ya syaratnya satu. Harus mundur dari militer," pungkas SBY.
Keputusan AHY mundur dari dunia militer pada 2016 sempat menuai pro kontra. Saat itu, AHY meninggalkan jabatan Mayor demi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Lalu, seperti apa perjalanan karir AHY sejak masih di militer hingga berkarir di politik? Simak inilah selengkapnya.
Perjalanan karier AHY
Karier AHY selama di militer terbilang cukup cemerlang. Selain menjadi lulusan terbaik Akademi Militer, ia juga berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa dan Pedang Trisakti Wiratama.
AHY memiliki rekam jejak tugas mentereng. Ia pernah ditugaskan dalam operasi pemulihan keamanan di Aceh pada tahun 2002. Ia juga diterjunkan dalam operasi perdamaian PBB di Lebanon pada tahun 2006.
Baca Juga: SBY Minta Militer Aktif Tak Boleh Berpolitik, Ini Tanggapan Kemenhan RI
Dua operasi militer besar ini diikuti AHY setelah lulus dari Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan Kursus Combat Intel pada tahun 2001. Usai lulus, ia bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Setelah mengikuti operasi pemulihan di Aceh, AHY ditunjuk sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak. Ia juga diamanahkan sebagai Komandan Tim Khusus (Dan Timsus) selama di Aceh.
Pendidikan militer AHY juga fenomenal. Ia sukses berhasil meraih gelar Summa Cum Laude dari US Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas.
Pencapaian itu menjadi prestasi terakhirnya di militer, sebelum diangkat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning, salah satu pasukan elit pengaman Ibu Kota Negara.
Usai 16 tahun berkarier di militer, suami Annisa Pohan ini memutuskan untuk pensiun dini dan terjun ke politik. Ia maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dengan diusung Partai Demokrat.
Kala itu, AHY melawan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja (Ahok). Sayang, ia memperoleh suara terendah dan gagal menjadi gubernur.
Berita Terkait
-
SBY Minta Militer Aktif Tak Boleh Berpolitik, Ini Tanggapan Kemenhan RI
-
Rayakan Ultah Kaisar Jepang, Annisa Pohan Nostalgia: Seperti Cinta Pertama...
-
Aura Mencolok Annisa Pohan di Ultah Kaisar Jepang, Ramai Didoakan Jadi Ibu Negara
-
Bu Mega Tak Diajak? Prabowo Luncurkan Danantara Hanya Bersama SBY Dan Jokowi
-
Menunduk Saat Salaman dengan Jokowi, Gesture Prabowo Kena Sentil Netizen: Anda Itu Presiden..
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Selat Malaka Ada di Mana? 'Jantung' Ekonomi Dunia Tak Kalah Penting Dibanding Selat Hormuz
-
3 Zodiak yang Hidupnya Akan Lebih Mudah Setelah 9 April 2026
-
3 Rekomendasi Sandal Recovery Ortuseight, Nyaman Dipakai usai Olahraga dan Aktivitas Seharian
-
5 Zodiak Paling Hoki pada 10 April 2026, Keuangan dan Karier Lancar Jaya
-
Terpopuler: Gaji Kepala Samsat yang Dicopot Dedi Mulyadi hingga Shio Paling Hoki
-
5 Parfum Wanita Paling Enak Wanginya, Aroma Antimainstream
-
5 Shio Paling Hoki pada 10 April 2026, Bakal Mandi Cuan dan Kebahagiaan
-
6 Parfum Wanita Aroma Bunga dari Brand Lokal, Bikin Aura Elegan dan Berkelas
-
5 Cushion High Coverage yang Menutup Flek Hitam dan Bekas Jerawat
-
Dari Lokal ke Global, Diplomasi Biji Kopi Indonesia yang Kini Merambah Pasar Taiwan