Suara.com - Sebagai seorang ibu, Nikita Willy kerap dipuji karena pola asuhnya yang disiplin dan penuh perhatian dalam mengasuh putranya, Issa Xander Djokosoetono. Ia dikenal menerapkan pola makan sehat, memilih bahan makanan bergizi, dan memastikan tumbuh kembang sang anak berjalan optimal.
Namun, di tengah banyaknya pujian, muncul juga pertanyaan dari warganet terkait apakah Issa pernah mengonsumsi makanan yang mengandung gula tambahan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nikita dengan jujur mengungkapkan bahwa Issa mulai mengonsumsi added sugar atau gula tambahan sejak usia satu tahun. Kini, di usianya yang hampir tiga tahun, ia tidak selalu makan makanan yang sempurna setiap saat.
"Issa mulai mengkonsumsi added sugar/ gula tambahan dari usia 1 tahun, sekarang usia hampir 3 tahun makanan yang dia makan nggak selalu sempurna," tulisnya menjawab pertanyaan netizen.
Sesekali, kata istri Indra Priawan itu, Issa menikmati roti dengan selai atau camilan lainnya di waktu makan pagi, siang, atau malam. Bagi Nikita, hal ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan selama masih dalam batas wajar.
Menyeimbangkan Pola Makan Sehat dan Kenyamanan Anak
Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk dalam hal pola makan. Namun, terlalu membatasi atau melarang jenis makanan tertentu bisa membuat anak merasa terkekang dan justru lebih penasaran untuk mencoba makanan tersebut di luar pengawasan orang tua.
Pendekatan Nikita dalam pola makan anaknya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang tua. Ia tidak melarang total konsumsi gula tambahan, tetapi tetap memastikan bahwa makanan utama Issa berfokus pada nutrisi yang menunjang tumbuh kembangnya, terutama protein hewani.
“Dia sangat paham bahwa dia harus mengutamakan protein hewani (telur, ikan, ayam, daging, dll) karena kita jelasin kalau mau tinggi harus makan protein hewani,” jelas Nikita. Bahkan, Issa memiliki motivasi tersendiri untuk mengonsumsi makanan bergizi. “Dia bilang dia mau tinggi supaya bisa naik roller coaster!” tambahnya.
Baca Juga: PTPP Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu Jadi Destinasi Wisata
Batasan yang Tetap Dijaga
Meskipun memberikan kelonggaran dalam konsumsi makanan manis, Nikita tetap memiliki aturan ketat dalam beberapa hal, salah satunya adalah tidak memberikan minuman kemasan kepada Issa.
Keputusan ini menunjukkan bahwa ia tetap memperhatikan kadar gula yang dikonsumsi anaknya, terutama dari sumber yang tidak memiliki nilai gizi tambahan.
"Yang tidak pernah aku kasih adalah minuman kemasan," tegas dia.
Minuman kemasan memang sering kali mengandung gula dalam jumlah tinggi, pemanis buatan, serta zat aditif lainnya yang bisa berdampak negatif pada kesehatan anak dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati