Suara.com - Hari Buruh Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 1 Mei, dan menjadi acara besar yang ‘dirayakan’ di seluruh dunia. Biasanya peringatan hari tersebut dilakukan dengan demonstrasi besar untuk menyampaikan opini atas kesejahteraan buruh dan lingkungan kerja yang sehat. Lalu tahun ini Hari Buruh apakah ada cuti bersama?
Jika melihat tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day memang selalu menjadi libur nasional dan tanggal merah. Namun demikian pertanyaan tentang cuti bersama menjadi menarik dalam konteks tahun 2025.
Mengapa demikian? Sebab peringatan ini akan tiba pada hari Kamis, 1 Mei 2025, yang notabene hanya meninggalkan 1 hari kerja pendek di minggu pertama bulan Mei, yakni pada Jumat, 2 Mei 2025. Lalu apakah akan ada cuti bersama?
Hari Buruh Apakah Ada Cuti Bersama?
Jika melihat apa yang disampaikan pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, maka Kamis, 1 Mei 2025 akan menjadi libur nasional dan tanggal merah dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia.
Namun demikian tidak tampak adanya cuti bersama dalam rangka peringatan hari kelas pekerja ini dalam SKB 3 Menteri terbaru. Jadi kesimpulannya tidak ada cuti bersama yang berlaku untuk peringatan Hari Buruh Sedunia, baik itu sebelum peringatan di hari Rabu, 30 April 2025, atau setelahnya di hari Jumat, 2 Mei 2025 nanti.
Selain peringatan Hari Buruh Sedunia, di bulan Mei 2025 masih terdapat setidaknya 4 hari libur lain. Senin, 12 Mei 2025 dalam rangka Hari Raya Waisak, Selasa, 13 Mei dalam rangka cuti bersama Hari Raya Waisak, Kamis 29 Mei dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus, dan Jumat 30 Mei dalam rangka cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus.
Sekilas tentang Sejarah Hari Buruh Sedunia
Melihat ke belakang, peringatan Hari Buruh Sedunia sudah diperingati sejak tahun 1889 lalu, lebih dari seabad silam. Peringatan ini dilakukan ketika Kongres Buruh internasional di paris menyetujui tanggal ini untuk menghormati perjuangan buruh di Chicago, Amerika Serikat, yang mengajukan tuntutan jam kerja lebih manusiawi dan kondisi yang lebih baik.
Baca Juga: 25 Quotes Hari Buruh dari Tokoh Nasional, Penuh Semangat Membara untuk Para Buruh
Sejak ditetapkannya peringatan ini, peringatan Hari Buruh Sedunia menjadi semacam simbol global yang digunakan oleh kaum pekerja dalam rangka perjuangan hak-hak buruh yang idealnya didapatkan. Hal ini terus terjadi hingga era modern sekarang ini.
Pada konteks nasional, pemerintah Indonesia kemudian memutuskan penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional guna memberikan penghormatan pada perjuangan kaum pekerja, serta sebagai pengakuan atas peran penting buruh dalam setiap pembangunan dan berjalannya roda ekonomi di Indonesia.
Jadi Tidak Ada Long Weekend?
Lalu apakah ini berarti peringatan Hari Buruh Sedunia tidak ada long weekend yang dapat dimanfaatkan?
Sebenarnya tidak demikian. Jika Anda mau mengorbankan satu cuti yang Anda miliki untuk hari Jumat, 2 Mei 2025 mendatang, maka Anda akan mendapatkan long weekend pertama di bulan Mei tahun ini. Anda dapat menggunakannya untuk berbagai agenda menarik yang bisa dilakukan, sekaligus menyegarkan diri dan pikiran dari rutinitas yang dihadapi.
Long weekend juga akan tiba beberapa kali lagi di bulan Mei, dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak dan peringatan Kenaikan Yesus Kristus di akhir bulan nanti.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang Hari Buruh apakah ada cuti bersama atau tidak yang dapat disampaikan, lengkap dengan sekilas penjelasan sejarah peringatan hari penting tersebut. Semoga bermanfaat, dan semoga semua agenda berjalan dengan baik hari ini!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan