Suara.com - Dalam beberapa waktu belakangan, produk perawatan kecantikan dengan bahan dasar alami semakin diminati oleh masyarakat. Banyak orang yang mulai berpindah ke produk berbahan alami. Ini karena dianggap lebih aman untuk digunakan serta ramah lingkungan.
Namun, di balik munculnya berbagai produk alami, ada peran petani sebagai penyedia bahan dasar yang alami. Salah satunya seperti Nyoman Suma Artha. Ia adalah seorang petani regeneratif yang memimpin gerakan sunyi dalam pertanian berkelanjutan di Bali.
Melalui kerja sama dengan Utama Spice, Nyoman menjadi penyedia bahan alami untuk berbagai produk perawatan kulit dan aromaterapi yang ramah lingkungan.
Bahkan, tanaman nilam dari kebun organiknya menjadi tulang punggung bagi sejumlah produk unggulan di sana. Salah satu produk yang menjadi favorit adalah Begone Bug, spray alami untuk digunakan di luar ruangan yang telah dipercaya oleh banyak rumah tangga, pelaku usaha, hingga hotel di Bali.
Nyoman mengungkapkan bahwa kemitraan dengan perusahaan seperti Utama Spice memberikan berbagai manfaat bagi para petani kecil. Bukan hanya pendapatan yang stabil, dan harga yang adil, tapi juga keamanan ekonomi jangka panjang bagi kebun dan komunitas sekitar.
“Banyak petani yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap, kini menerima gaji bulanan secara konsisten, sehingga mereka bisa meningkatkan kualitas hidup dan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” jelas Nyoman dalam siaran pers tertulis.
Terlebih lagi, konsep pertanian regeneratif yang diterapkan terbukti bermanfaat bagi lingkungan. Dengan pertanian berkelanjutan, hasil panen yang diperoleh tetap berkualitas sekaligus menjaga kesehatan dan kesuburan tanah.
“Ke depannya, kami berharap dapat membangun kebun khusus yang didedikasikan hanya untuk Utama Spice, agar bisa memastikan pasokan bahan baku yang lebih stabil dan berkelanjutan, sambil terus memberdayakan komunitas petani lokal,” ujar Nyoman.
Komitmen terhadap keberlanjutan
Baca Juga: Banjir Review Positif! Ini Skincare Korea 2025 yang Layak Jadi Investasi Kulit
Langkah kolaboratif bersama para petani regeneratif seperti Nyoman selaras dengan komitmen Utama Spice, yaitu untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan cara mendukung komunitas dan ekosistem di sekitarnya.
Tak hanya menjalin kemitraan jangka panjang dengan petani regeneratif, Utama Spice juga menunjukkan dedikasinya melalui pembukaan toko kedelapannya yang berlokasi di Uluwatu, tepatnya di Jl. Labuansait No. 249.
Direktur Utama Spice, Ria Templer, mengatakan bahwa pembukaan cabang toko ini menjadi sebuah kesempatan untuk menyampaikan nilai yang mereka junjung serta menunjukkan bahwa setiap pertumbuhan tidak harus mengorbankan manusia maupun lingkungan.
“Bagi kami, setiap toko baru selalu berakar pada sesuatu yang lebih dalam: hubungan dengan para petani, rasa hormat terhadap alam, dan komitmen terhadap tradisi,” kata Ria.
Di toko terbaru ini, para pelanggan dapat merasakan langsung filosofi farm-to-skin dengan menjelajahi berbagai produk alami, dimulai dari pembersih wajah berbahan botani, minyak esensial terapeutik, dan masih banyak lainnya.
Semua produk perawatan dan aromaterapi dibuat secara manual di Bali dan menggunakan bahan-bahan alami, termasuk nilam dari kebun Nyoman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?