Suara.com - Sekarang semakin banyak produk skincare yang dijual di pasaran. Orang-orang pun mulai gemar mencoba berbagai produk baru demi mendapatkan hasil maksimal.
Tren ini semakin marak karena hadirnya review influencer dan iklan skincare yang menggoda. Alhasil, mereka pun jadi sering gonta-ganti skincare tanpa jeda terlebih dahulu.
Tapi, sebenarnya boleh nggak sih sering gonta-ganti skincare? Apakah terlalu sering mengganti skincare tanpa jeda bisa menimbulkan efek tertentu?
Agar kamu bisa lebih bijak dalam merawat kulit, berikut akan disampaikan penjelasan dokter terkait kebiasaan sering gonta-ganti skincare. Simak sampai akhir, ya!
Bolehkah Gonta-ganti Skincare?
Pertanyaan ini dijawab oleh Dokter Tirta melalui video yang diunggah ke kanal YouTube miliknya, Tirta PengPengPeng pada 9 September 2025.
Dalam video itu, Dokter Tirta memang menjawab banyak pertanyaan yang telah disediakan oleh tim. Di mana salah satunya menyinggung soal gonta-ganti skincare.
"Apa bahayanya kalau sering gonta-ganti skincare tanpa jeda?" bunyi pertanyaan yang dibacakan tim Dokter Tirta, dilansir dari YouTube pada Kamis (11/9/2025).
Menurut Dokter Tirta, boleh gonta-ganti skincare tanpa jeda asalkan kulit tidak menunjukkan reaksi alergi. Apabila gejala ini sudah muncul, lebih baik konsultasi lebih lanjut dengan ahlinya.
"Enggak masalah (gonta-ganti skincare), selama enggak ada reaksi alergi. Yang bermasalah tuh ketika ada reaksi alergi," jelas Dokter Tirta.
Baca Juga: 4 Sheet Mask Korea Shea Butter, Ampuh Bikin Wajah Kering Lembap Tahan Lama
"Jadi contoh, ketika kamu pakai skincare A, kamu tiba-tiba beruntusan. Nah itu kamu harus bawa ke dermatologis atau dokter lah, intinya di klinik kulit," imbuhnya.
Pendapat hampir sama juga disampaikan oleh dokter sekaligus edukator skincare, dr. Giovanni Abraham.
Menurutnya, tidak masalah jika seseorang ingin mencoba produk perawatan kulit baru, khususnya yang termasuk kategori basic skincare atau produk dasar yang dipakai rutin demi menjaga kesehatan kulit.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pergantian skincare sebaiknya tidak dilakukan sekaligus. Prosesnya harus bertahap dan tidak langsung mengganti semua produk perawatan dasar secara bersamaan
"Kalau basic skincare kayak serum-serum gitu boleh langsung ganti," ujar dr. Giovanni Abragam, seperti dikutip dari postingan akun TikTok @dr.giovanniabraham pada Kamis (11/9/2025).
"Tapi gantinya gak boleh sembarangan. Pertama, harus adaptasi, gak boleh langsung semua," lanjut sang dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung