- Kementerian Koperasi membuka lowongan kerja untuk posisi Project Management Officer (PMO) dengan gaji yang lumayan, yakni mencapai Rp8 juta.
- Lowongan PMO Kementerian Koperasi cukup viral di media sosial.
- Dengan gaji yang ditawarkan, tidak sedikit yang bertanya apa tugas dari PMO Kementerian Koperasi.
Suara.com - Kementerian Koperasi baru-baru ini membuka posisi Project Management Officer (PMO) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang cukup viral.
Satu hal yang menarik adalah gaji PMO bisa mencapai Rp8 juta per bulan untuk wilayah provinsi, dengan masa kontrak kerja selama 3 bulan.
Sedangkan untuk PMO di tingkat kabupaten/kota, gaji yang ditawarkan adalah sekitar Rp7 juta per bulan selama masa tiga bulan kontrak.
Persyaratan untuk melamar posisi ini juga cukup jelas: pelamar harus WNI, pendidikan minimal D4 atau S1 dari semua jurusan, maksimal umur 60 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang terikat kontrak kerja dengan instansi lain.
Dengan jumlah gaji yang cukup tinggi, tidak heran kalau banyak orang tergiur mendaftar posisi PMO Koperasi Merah Putih. Tapi kira-kira, PMO kerjanya apa?
PMO Koperasi Merah Putih Kerjanya Apa? Ini Tugasnya
Program Koperasi Merah Putih adalah inisiatif pemerintah untuk membentuk dan menguatkan koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia.
Untuk membantu proyek tersebut berjalan baik, dibutuhkan sosok Project Management Officer (PMO) di tingkat provinsi dan kabupaten.
Salah satu tugas utama PMO adalah monitoring pelaksanaan koperasi-koperasi Merah Putih agar sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Artinya, PMO memastikan kegiatan usaha koperasi berjalan efektif, tepat waktu, dan tidak keluar dari anggaran.
Baca Juga: 1 Detik Sebelum Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PMO Koperasi Merah Putih Malam Ini
PMO juga bertugas mengoptimalkan sumber daya lokal, termasuk SDM dan dana yang tersedia, agar manfaat koperasi bisa dirasakan oleh anggota di desa dan kelurahan.
Mereka membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi usaha koperasi di wilayah masing-masing agar koperasi bisa produktif.
Selain itu, PMO diwajibkan melakukan pelaporan secara berkala mengenai perkembangan koperasi Merah Putih: apakah target-unit koperasi sudah terbentuk, operasionalnya lancar, dan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.
Laporan ini jadi bahan evaluasi agar program bisa diperbaiki bila ada yang belum berjalan sesuai harapan.
Terakhir, PMO juga memainkan peran penghubung antara pihak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa/kelurahan.
Mereka ikut dalam koordinasi untuk memastikan regulasi, kebijakan, dan dukungan (seperti pelatihan, akses modal, dan pendampingan) tersedia dan diimplementasikan di lapangan.
Sementara itu, pendaftaran PMO Koperasi Merah Putih sudah sampai dalam tahap pengumuman hasil seleksi administrasi yang dilakukan pada Senin (15/9/2025) jam 23.59 WIB.
Peserta yang lolos nantinya akan menjalani tes tulis dalam rentang waktu 16 sampai 18 September 2025 sesuai jadwal. Hasil tes tulis akan diumumkan pada 19 September 2025.
Berikutnya, peserta yang lolos tes tulis akan menjalani wawancara pada tanggal 21 hingga 25 September 2025. Semuanya akan diseleksi dan hasil akhirnya diumumkan pada 28 September 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan