- Prabowo menutup pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB dengan kata "Shalom"
- Ia soroti penindasan di Gaza dan tegaskan dukungan kemerdekaan Palestina.
- Namun media Israel menilai ucapan "Shalom" sebagai gestur diplomasi simbolis.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sorotan dunia setelah menyampaikan pidato perdananya di Sidang Majelis Umum PBB, September 2025. Di akhir pidatonya, Prabowo menutup dengan kata “Shalom”, salam khas bahasa Ibrani yang jarang diucapkan pemimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Ucapan ini langsung menjadi perhatian media Israel. Times of Israel menyoroti bahwa Prabowo tidak hanya menyerukan pentingnya keamanan Israel dan hak rakyat Palestina, tetapi juga mengakhirinya dengan salam “Shalom”.
Sementara The Jerusalem Post mencatat bahwa Presiden Indonesia itu menutup pidato dengan kata damai setelah menegaskan dukungan pada solusi dua negara.
Arti Kata "Shalom"
Secara bahasa, “Shalom” () dalam Ibrani berarti damai, sejahtera, keselamatan, dan kesejahteraan. Kata ini multifungsi, bisa digunakan sebagai sapaan (halo), perpisahan (selamat tinggal), maupun doa agar seseorang hidup dalam kedamaian.
Penggunaan “Shalom” oleh Prabowo di forum internasional dipandang sebagai gestur diplomasi sekaligus simbol universal perdamaian.
Dalam pidatonya di PBB, Presiden Prabowo juga menyinggung penderitaan rakyat Palestina di Gaza. Ia menekankan bahwa penindasan yang terus berlangsung tidak boleh diabaikan oleh komunitas internasional.
Menurutnya, dunia harus bersatu menghentikan siklus kekerasan yang telah merenggut ribuan nyawa tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak.
Prabowo menegaskan bahwa hak rakyat Palestina untuk merdeka harus dihormati, dan solusi damai hanya bisa dicapai bila keamanan Israel terjamin sekaligus Palestina terbebas dari penindasan.
Baca Juga: Prabowo Subianto di KTT PBB: Indonesia Hanya Akui Israel Jika Palestina Merdeka
Pesan ini menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina sekaligus mengajak dunia mencari jalan damai yang adil.
Meskipun ucapannya menuai sorotan, sikap dasar Indonesia tetap konsisten. Sikap terakhir Indonesia adalah belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Prabowo juga menegaskan bahwa akan mengakui Israel jika Palestina merdeka terlebih dahulu.
Pemerintah Indonesia aktif menyerukan solusi dua negara di forum internasional, termasuk PBB dan OKI.
Disorot Media Israel
Liputan media Israel menilai penggunaan kata “Shalom” oleh Presiden Prabowo sebagai sesuatu yang simbolis dan menarik. Bagi mereka, jarang ada pemimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim, yang belum menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, menggunakan salam khas bahasa Ibrani dalam forum global.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Asmara Lancar, Ini 5 Shio yang Diprediksi Beruntung 8 Februari 2026
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda