- Sepatu Onitsuka Tiger dikenal berasal dari Jepang.
- Namun, ada pula yang berlabel "Made in Indonesia".
- Lantas, Onitsuka Tiger buatan Indonesia apakah orisinal?
Suara.com - Sepatu Onitsuka Tiger dikenal berasal dari Jepang, tapi tahukah kamu bahwa ada juga yang berlabel "Made in Indonesia". Lantas, apakah produk tersebut asli atau palsu?
Sebagian besar sepatu Onitsuka Tiger yang beredar di Indonesia diketahui diproduksi di pabrik yang terletak di Tangerang dan Cirebon.
Jadi, baik yang dibuat di Jepang maupun Indonesia, keduanya tetap merupakan produk resmi Onitsuka Tiger dengan standar kualitas global yang ketat.
Onitsuka Tiger versi Jepang memiliki keunggulan pada detail dan prestise. Sementara itu, versi Indonesia hadir dengan perpaduan harga dan kualitas yang sangat kompetitif.
Versi buatan Jepang dijual dalam jumlah terbatas dan biasanya dibanderol jauh lebih mahal. Meski begitu, kedua versi ini sama-sama orisinal.
Secara umum, sepatu buatan Jepang menggunakan bahan premium dan eksklusif, seperti kulit asli pilihan yang disamak dengan teknik tradisional.
Hasil akhirnya sepatu Onitsuka Tiger terasa lebih lembut dan lentur, dengan warna kulit yang memiliki gradasi alami nan elegan.
Sebaliknya, Onitsuka Tiger produksi Indonesia memakai bahan yang lebih komersial, seperti synthetic leather dan suede standar.
Namun, ini bukan berarti kualitasnya buruk. Dengan harga yang lebih terjangkau, performa bahan pada versi Indonesia sudah sangat memadai.
Baca Juga: Jadi Ikon Fashion, Apakah Sepatu Onitsuka Tiger Bisa Dipakai Olahraga?
Selain bahan, pengerjaan versi Jepang biasanya dilakukan dengan precision crafting sehingga jahitannya rapi, detailnya konsisten, dan finishing-nya halus tanpa cela.
Hal ini sangat terlihat pada bagian tumit, lapisan dalam, serta potongan kulit yang sangat presisi pada sepatu Onitsuka Tiger buatan Jepang.
Sedangkan versi Indonesia mungkin sedikit lebih kasar jika diperiksa dengan teliti, misalnya terdapat benang yang sedikit menyembul atau potongan yang kurang simetris.
Soal kenyamanan, keduanya sama-sama nyaman. Namun, versi Jepang terasa lebih pas di kaki karena mengikuti standar ergonomi yang lebih ketat.
Banyak pengguna menggambarkan sensasi ini sebagai fit like a glove yang hanya bisa ditemukan pada versi Jepang.
Sementara itu, versi Indonesia unggul dalam hal bobot yang lebih ringan dan proses break-ini yang cepat, membuatnya ideal untuk penggunaan kasual sehari-hari.
Untuk harga, Onitsuka Tiger asal Jepang dibanderol mulai Rp3,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung model dan edisi terbatas.
Sedangkan versi buatan Indonesia dijual lebih terjangkau, berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2,4 juta, dan tersedia luas di pasaran.
Secara keseluruhan, versi Jepang menyasar pasar premium dan kolektor, sementara versi Indonesia mengisi segmen massal serta pasar retail internasional.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Sepatu Onitsuka Tiger yang Tidak Pasaran, Bikin Gayamu Naik Kelas!
-
Jangan Ketipu Seller! Ini Daftar Toko Online Jual Onitsuka Tiger Ori
-
Jadi Ikon Fashion, Apakah Sepatu Onitsuka Tiger Bisa Dipakai Olahraga?
-
Berapa Harga Sepatu Onitsuka Tiger Wanita Original? Ini 5 Rekomendasi Buat Kamu
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan