- Kalender Sinarmas, terinspirasi dari Tong Shu, merupakan salah satu referensi tradisional yang populer di Indonesia.
- Kalender ini digunakan untuk menentukan hari baik (lucky day), hari biasa (ordinary day), dan hari buruk (unlucky day).
- Banyak orang menggunakan kalender Sinamas untuk perencanaan hidup sehari-hari.
Suara.com - Kalender Sinarmas merupakan salah satu referensi tradisional yang populer di Indonesia, terinspirasi dari kalender Cina kuno atau Tong Shu.
Kalender ini digunakan untuk menentukan hari baik (lucky day, ditandai merah), hari biasa (ordinary day, ditandai hijau), dan hari buruk (unlucky day, ditandai hitam) berdasarkan perhitungan astrologi, elemen lima (wu xing), dan siklus bulan.
Pada November 2025, kalender ini menyoroti beberapa hari buruk yang disarankan untuk menghindari aktivitas penting agar terhindar dari nasib sial, kegagalan, atau gangguan energi negatif.
Menurut kalender ini, hari buruk sering kali tidak cocok untuk kegiatan besar seperti pernikahan, pembukaan usaha, atau perjalanan jauh, karena energi hari tersebut dianggap tidak mendukung.
Namun ingat, kalender ini bersifat tradisional dan bukan kebenaran. Meski demikian, banyak orang menggunakannya untuk perencanaan hidup sehari-hari. Mari kita bahas satu per satu agar Anda bisa merencanakan bulan November dengan lebih bijak!
1. Sabtu, 1 November 2025
Hari ini ditandai sebagai Ordinary Day. Meski bukan hari yang baik atau buruk, namun tetap ada saran untuk menghindari beberapa aktivitas.
Hindari melakukan grand opening bisnus kamu. Hindari pula peminjaman uang, membangun rumah, hingga trading.
2. Minggu, 2 November 2025
Baca Juga: Hong Kong Kembali Dipilih Jadi Lokasi MAMA Awards 2025 Setelah Tujuh Tahun
Hari ini ditandai sebagai Unlucky Day dengan catatan "Not suitable for Important Day". Artinya, hindari segala aktivitas krusial seperti menandatangani kontrak bisnis, memulai proyek baru, atau mengadakan acara besar.
Saran: Gunakan hari ini untuk refleksi diri daripada mengambil risiko, agar energi negatif tidak mempengaruhi keputusan Anda.
3. Selasa, 4 November 2025
Hari ini menjadi Ordinary Day. Di hari ini, ada status unlucky. Kamu disarankan menghindari perjalanan jauh atau investasi besar yang melibatkan uang.
Hindari juga potong rambut, menjahit baju, atau poting rambut. Risiko kegagalan lebih tinggi. Lebih baik fokus pada rutinitas harian untuk menjaga keseimbangan.
4. Rabu, 5 November 2025
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim