- Industri pariwisata global kini digerakkan oleh generasi muda yang mencari pengalaman, bukan aset.
- Forum Tourise 2025 menyoroti bagaimana budaya pop dan AI mengubah cara orang bepergian.
- Teknologi kini menjadi “asisten pribadi” yang menghadirkan pengalaman wisata hiper-personal di setiap langkah perjalanan.
AI kini hadir di setiap tahap perjalanan: mulai dari pencarian, masa menginap, hingga setelah pelanggan pulang.
“AI bukan hanya untuk otomatisasi, tapi juga meningkatkan kualitas sambil menekan biaya—misalnya dengan menciptakan konten personal yang menginspirasi pelanggan.”
Lou menambahkan, Trip.com kini mampu merangkum riwayat perjalanan pengguna dan mengolahnya menggunakan AI untuk menghasilkan rekomendasi hiper-personal.
“Dulu data itu hanya riwayat pencarian. Sekarang AI mengubahnya jadi konteks bermakna. Kalau kita tahu konteks pengguna, kita tahu apa yang mereka mau,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan konsep agentic AI, yaitu agen digital yang bisa menjalankan tugas sederhana hanya lewat prompt—seperti check-in otomatis hingga layanan pelanggan berbasis konteks yang bisa memprediksi kebutuhan wisatawan sebelum mereka bertanya.
Low-Cost Traveler, Dampak Besar
CEO AirAsia, Tony Fernandes, menyoroti bahwa pasar wisata bertarif rendah sering diremehkan padahal dampaknya besar terhadap ekonomi lokal.
“Wisatawan low-cost justru tinggal lebih lama, menjelajah lebih jauh, dan memberi pengaruh ekonomi lebih besar dari yang diperkirakan,” ujarnya.
Namun, ia menilai masih banyak regulator yang belum memahami potensi pasar ini, “karena mereka sendiri jarang terbang dengan maskapai low-cost.”
Baca Juga: Acer Swift Go 14 AI: Laptop Cantik dengan Otak Cerdas dan Baterai Badak!
Masa Depan Pariwisata: Spontan, Digital, dan Personal
Dari perjalanan spiritual di India, konser K-pop di Seoul, hingga check-in otomatis di hotel digital, wajah pariwisata global kini berubah cepat.
Anak muda menjadi pusat gravitasi industri: mereka menuntut pengalaman yang cepat, autentik, dan personal.
Dengan dukungan AI dan teknologi yang makin canggih, dunia wisata kini memasuki babak baru — era di mana liburan bukan lagi sekadar pergi, tapi bagian dari cara hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
7 Sunscreen Murah Under Rp50 Ribu di Alfamart, Ringan dan Nyaman Dipakai Harian
-
5 Cara Menghilangkan Maskara Waterproof Tanpa Bikin Perih dan Bulu Mata Rontok
-
Apakah Pendaftaran Mitra BPS 2026 Masih Buka? Cek Jadwal Rekrutmennya
-
Some By Mi Yuja Niacin Serum untuk Apa? Ini 5 Serum Lokal Murah Alternatifnya
-
5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
-
Kenapa Liptint Tidak Tahan Lama? Ketahui Bedanya dengan Lipstik
-
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
-
Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya
-
Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya
-
6 Sunscreen Wardah di Alfamart yang Anti Lengket dan Efektif Lindungi Kulit